Jumat, 14 Desember 2018

Soal Elektabilitas: Tim Jokowi Akui Turun, Tim Prabowo Klaim Naik

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua calon presiden, Joko Widodo alias Jokowi dan Prabowo Subianto, menyapa hadirin dalam acara Deklarasi Kampanye Damai di halaman Tugu Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Ahad, 23 September 2018. Dua pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) tampil kompak mengenakan pakaian adat. REUTERS/Darren Whiteside

    Dua calon presiden, Joko Widodo alias Jokowi dan Prabowo Subianto, menyapa hadirin dalam acara Deklarasi Kampanye Damai di halaman Tugu Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Ahad, 23 September 2018. Dua pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) tampil kompak mengenakan pakaian adat. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Jakarta - Pilpres 2019 masih sekitar lima bulan lagi. Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, Jokowi - M'ruf Amin dan Prabowo - Sandiaga terus berkampanye mempengaruhi calon pemilih dan menaikkan elektabilitas. Tim Kampanye Nasional pasangan Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin mengakui di sejumlah daerah elektabilitas pasangan nomor urut 01 ini turun.

    Baca: Elektabilitas Turun di Sumatera Barat dan Jawa Barat

    Sebaliknya kubu pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno mengklaim elektabilitasnya mengalami kenaikan secara signifikan di sejumlah daerah. Baik pengakuan kubu Jokowi - Ma'ruf Amin maupun klaim kubu Prabowo - Sandi, mendasarkan pada survei internal masing-masing tanpa merincikan angkanya.

    "Kami punya analisa lengkap, ada beberapa daerah yang turun, beberapa daerah itu di mana Pak Jokowi kalah di 2014. Tapi (elektabilitas) secara nasional kami naik," ujar Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf Verry Surya Hendrawan saat ditemui Tempo di bilangan Pancoran, Jakarta Selatan pada Selasa, 4 Desember 2018.

    Verry enggan merinci lengkap daerah mana saja yang mengalami penurunan elektabilitas. Dia hanya membocorkan dua daerah yakni, Sumatera Barat dan Jawa Barat yang mengalami penurunan. "Di Sumbar itu sedikit turun. Jabar juga mengalami sedikit penurunan pada pekan lalu. Tetapi, tentu kami punya strategi," ujar Verry.

    Pada Oktober lalu, tim sukses Jokowi mengklaim sudah unggul tipis dari pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Tanah Pasundan itu. Pada Pilpres 2014, Jokowi paling banyak mengalami kekalahan secara angka di Jawa Barat. Sementara di Sumatera Barat, Jokowi paling banyak kalah secara persentase di Ranah Minang itu.

    Sebelumnya, Arsul Sani, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf Amin juga mengakui hal yang sama. "Ada daerah yang saya lihat memang di mana Pak Jokowi turun, Pak Prabowo naik. Ada juga yang Pak Prabowo turun, Pak Jokowi naik. Ada juga yang dua-duanya turun," ujar Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 3 Desember 2018.

    Begini Klaim Kubu Prabowo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Antikorupsi Partai Politik Diragukan

    Partai-partai mengklaim berkomitmen antikorupsi melawan korupsi setelah para petingginya ditangkap KPK. Berikut empat di antaranya....