Jumat, 14 Desember 2018

Timses Akui Elektabilitas Jokowi Turun di Sejumlah Daerah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi bersepeda dari Istana Bogor menuju kawasan Bantarjati yang berjarak kurang lebih 5 kilometer, pada Ahad, 2 Desember 2018. ANTARA

    Presiden Jokowi bersepeda dari Istana Bogor menuju kawasan Bantarjati yang berjarak kurang lebih 5 kilometer, pada Ahad, 2 Desember 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin, Arsul Sani, mengakui ada beberapa perubahan terkait elektabilitas pasangan calon jagoannya. Arsul mengatakan, hasil survei internal mencatat elektabilitas Jokowi tercatat turun dan naik di sejumlah daerah.

    Baca: Reaksi Kubu Jokowi atas Pidato Rizieq Shihab di Reuni 212

    Arsul mengatakan naik-turunnya elektabilitas itu juga terjadi terhadap pasangan Prabowo - Sandiaga. Arsul pun menilai hal itu biasa saja. Meski begitu, Arsul enggan merinci daerah mana saja yang dia maksud.

    "Ada daerah yang saya lihat memang di mana Pak Jokowi turun, Pak Prabowo naik. Ada juga yang Pak Prabowo turun, Pak Jokowi naik. Ada juga yang dua-duanya turun," ujar Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 3 Desember 2018.

    Hal ini disampaikan Arsul menanggapi kemungkinan naiknya elektabilitas Prabowo Subianto sekaligus tergerusnya keterpilihan Jokowi seusai Reuni 212 yang digelar Ahad kemarin, 2 Desember 2018. Arsul mengatakan, sikap dan pilihan politik orang-orang yang hadir dalam acara itu sudah jelas.

    Mereka, ujar dia, memang bukan basis massa pendukung Jokowi. Pada saat bersamaan, massa itu juga sudah termasuk dalam hitungan konstituen Prabowo selama ini. "Jadi enggak ada cerita menggerus elektabilitas," kata Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan ini.

    Baca: Akan Diperiksa Hari Ini, Bahar bin Smith Janji Datang Tanpa Massa

    Di sisi lain, kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno kerap mengklaim bahwa selisih suara kedua pasangan calon semakin mengecil. Sandiaga, misalnya, mengatakan selisih elektabilitas Jokowi dan Prabowo kini berada di kisaran 11 persen. Sandiaga juga mengklaim hasil survei internal timnya mencatat elektabilitas inkumben cenderung menurun.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI  | RYAN DWIKY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Antikorupsi Partai Politik Diragukan

    Partai-partai mengklaim berkomitmen antikorupsi melawan korupsi setelah para petingginya ditangkap KPK. Berikut empat di antaranya....