Jokowi Orasi Ajak Pendukung Gas Pol, Ma'ruf Amin Berdoa

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi dan Maruf Amin menyapa masyarakat Tangerang saat Karnaval Indonesia Satu di Banten, Ahad, 7 April 2019. Turut hadir dalam kampanye, ibu negara Iriana Joko Widodo dan istri Ma'ruf Amin, Wurry Estu Handayani, Kepala Staf Presiden Moeldoko dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Pasangan Capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi dan Maruf Amin menyapa masyarakat Tangerang saat Karnaval Indonesia Satu di Banten, Ahad, 7 April 2019. Turut hadir dalam kampanye, ibu negara Iriana Joko Widodo dan istri Ma'ruf Amin, Wurry Estu Handayani, Kepala Staf Presiden Moeldoko dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin mengajak pendukungnya untuk terus menunjukan dukungan. Jokowi pun mengingatkan bahwa hari pemilihan yang jatuh pada 17 April 2019, hanya tinggal 10 hari lagi.

    Baca juga: Jokowi Berjanji Kembali ke Kisaran bila Dapat Suara 80 Persen

    "Kita ini tinggal 10 hari, jangan kasih kendor, jangan kasih kendor. Harus terus gas pol, setuju?" kata Jokowi saat berkampanye di Pendopo Kota Tangerang, Banten, Ahad, 7 April 2019.

    Ucapan Jokowi ini kemudian disambut sorakan ribuan pendukungnya yang hadir di sana. Jokowi mengatakan pesta demokrasi harus dirayakan dengan bergembira. Ia meminta masyarakat jangan sampai bermusuhan satu sama lain hanya karena berbeda pilihan presiden

    Ia mengatakan hakikat dari pesta demokrasi adalah kegembiraan dalam rangka memilih pemimpin. "Tapi kalau pilih pemimpin itu dilihat. Dilihat memiliki pengalaman atau belum, dilihat track record baik atau engga baik, rekam jejak, rekam jejak tuh harus dilihat," kata Jokowi.

    Dalam kampanye itu, hanya Jokowi yang menyampaikan orasinya. Adapun Ma'ruf Amin yang merupakan ulama asal Banten asli, hanya membacakan doa bersama.

    Kampanye yang dinamai karnaval politik itu nampak dihadiri oleh sejumlah musisi seperti Ian Kasela dari Band Radja hingga Wahyu, pelantun lagu 'Selow'. Ia pun mengatakan ini adalah pesta demokrasi yang sebenarnya, yakni masyarakat ikut bersenang-senang merayakan pemilihan umum.

    "Jangan sampai dengan adanya kegembiraan pesta demokrasi justru marah marah. Siapa yang setuju gak boleh marah? Siapa yang setuju pesta demokrasi diisi kegembiraan?" kata ujar Jokowi.

    Baca juga: Gaya Lucu Iriana Jokowi saat Serukan Yel-yel Jempol

    Ucapan Jokowi disambut sorakan dari massa yang mengadiri kampanye itu. Jalanan depan Pendopo Kota Tangerang nampak dipadati oleh ribuan pendukung Jokowi - Ma'ruf, lengkap dengan atribut dukungannya.

    Bahkan beberapa nampak menaiki pohon untuk melihat ke arah panggung secara lebih baik. "Hati-hati jatuh. Sampai naik pohon," kata Jokowi terkekeh.

    Dalam kampanye itu hadir pula istri Jokowi, Iriana Joko Widodo, dan istri Ma'ruf Amin, Wurry Estu Handayani. Ada juga sejumlah menteri Kabinet Jokowi yang mendukung 01, seperti Kepala Staf Presiden Moeldoko hingga Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.