SBY Akan Bantu Memoles Gaya Komunikasi Prabowo untuk Debat Capres

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI keenam sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) dan Calon Presiden Prabowo Subianto (kanan) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di kediaman SBY di Mega Kuningan, Jakarta, Jumat, 21 Desember 2018. Pertemuan Prabowo dengan SBY tersebut untuk membahas situasi politik nasional. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Presiden RI keenam sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) dan Calon Presiden Prabowo Subianto (kanan) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di kediaman SBY di Mega Kuningan, Jakarta, Jumat, 21 Desember 2018. Pertemuan Prabowo dengan SBY tersebut untuk membahas situasi politik nasional. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah tokoh politik senior bakal terlibat memoles penampilan calon presiden dan wakil presiden nomor 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno, dalam debat kandidat perdana, Kamis, 17 Januari 2019. Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional, Sudirman Said, menyebutkan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan membantu memoles gaya komunikasi Prabowo untuk debat.

    Baca: Tim Prabowo Butuh Masukan SBY dalam Persiapan Debat Pilpres

    “SBY memiliki pengalaman dan pasti akan memberikan masukan,” ujar Sudirman, politikus Partai Gerindra, di Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019.

    Sudirman mengatakan tim khusus terus berdiskusi untuk mematangkan materi debat perdana yang bertema hukum, hak asasi manusia, korupsi, dan terorisme.

    SBY disebut akan membagi pengalaman debatnya dalam pemenangan pemilihan presiden 2004 dan 2009. Menurut dia, presiden keenam berpengalaman untuk merumuskan kebijakan konkret berdasarkan visi dan misi, serta program kerja yang telah dibuat Prabowo-Sandiaga. “Pengalaman memenangi debat akan sangat bermanfaat,” ujarnya.

    Tahapan kampanye memasuki babak debat calon presiden dan wakil presiden. Kedua kubu berlomba memformulasikan visi, misi, dan program kerjanya dalam bidang hukum, hak asasi manusia, korupsi, dan terorisme untuk menggaet perhatian publik. “Menjadi penantang harus datang dengan tawaran yang lebih baik agar menarik. Kami menyebutnya ruang perbaikan,” ujar Sudirman.

    Baca: Prabowo Fokus Tawarkan Perbaikan di Debat Capres Pertama

    Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional, Mardani Ali Sera, mengatakan badan pemenangan menyiapkan tim khusus untuk menggarap konten debat, floor director, dan gestur calon. Menurut dia, sebelum tampil dalam debat perdana, Prabowo-Sandiaga akan menggelar simulasi debat yang disaksikan semua pemimpin partai politik pendukung, termasuk Yudhoyono.

    Mardani menjelaskan, Prabowo-Sandiaga akan berfokus untuk menggarap sejumlah isu strategis di bidang hukum yang menjadi sorotan publik. Di antaranya kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan, tingginya angka operasi tangkap tangan, serta penguatan terhadap kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi. “Dalam kasus itu, Presiden tidak bisa menutup mata,” ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera tersebut.

    Juru bicara Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, mengatakan kehadiran Yudhoyono membantu pasangan calon membuat program dan kebijakan yang lebih konkret di bidang hukum. Selain Yudhoyono, kata dia, kehadiran pendiri Partai Amanat Nasional, Amien Rais, juga akan memperkuat penampilan Prabowo. “Meski tidak aktif, Amien Rais akan memberi masukan,” ujar dia.

    Baca: Debat Capres, Sandiaga Sebut Prabowo Akan Lebih Banyak Bicara

    Adapun Sandiaga mengatakan masih akan mendalami materi debat yang berfokus pada supremasi dan penegakan hukum. Pendalaman pun dilakukan untuk mengatur alur pemaparan di antara keduanya. “Pak Prabowo mungkin akan lebih banyak karena masyarakat ingin mendengar langsung dari calon presidennya,” ujar dia. Persiapan debat, kata Sandiaga, akan lebih intensif pada 14-16 Januari mendatang.

    Direktur Lembaga Survei Indonesia, Kuskridho Ambardi, berpendapat bahwa persiapan calon menghadapi debat tidak akan berpengaruh terhadap elektabilitas. Menurut dia, meskipun setiap pasangan calon melatih gaya komunikasi, tak akan menyeberangkan pemilih yang telah loyal kepada satu kubu. “Efeknya kecil saja,” ujarnya.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.