Debat Capres, Sandiaga Sebut Prabowo Akan Lebih Banyak Bicara

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto (dua kiri) saat mengunjungi pengungsi korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi pada lokasi pengungsian di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa, 8 Januari 2019. Prabowo datang untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikannya tepat sasaran dan bermanfaat bagi para korban. ANTARA/Mohamad Hamzah

    Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto (dua kiri) saat mengunjungi pengungsi korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi pada lokasi pengungsian di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa, 8 Januari 2019. Prabowo datang untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikannya tepat sasaran dan bermanfaat bagi para korban. ANTARA/Mohamad Hamzah

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Sandiaga Uno mengatakan akan ada pembobotan porsi bicara antara dirinya dan Prabowo Subianto saat debat capres yang digelar 17 Januari 2019. Sandiaga mengatakan, Prabowo akan lebih banyak berbicara dengan pembobotan sekitar dua pertiga, sedangkan dia sisanya.

    Baca juga: Mardani Sebut Survei Internal Elektabllitas Prabowo Dekati Jokowi

    "Karena masyarakat ingin mendengar langsung dari Pak Prabowo, langsung dari paslon, apa saja yang jadi pemikiran dan gagasan yang jelas terlihat perbedaannya," kata Sandiaga di kantor Sekretariat Nasional, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 9 Januari 2019.

    Sandiaga mengatakan dirinya dan Prabowo bakal menyiapkan diri mengikuti debat capres pertama. Dalam beberapa hari ke depan, kata dia, akan ada sejumlah sesi pertemuan dengan tim materi untuk pendalaman tema debat.

    Debat pertama akan mengangkat tema hukum, HAM, korupsi, dan terorisme. Menurut Sandiaga, dia dan Prabowo bakal menekankan pada aspek pemerintahan yang kuat dan pola kepemimpinan tegas untuk menjawab pelbagai persoalan terkait empat tema itu.

    Di bidang hukum misalnya, Sandiaga mengklaim bakal menjawab kekhawatiran ihwal ketidakpastian penegakan hukum dan tumpang tindih regulasi.

    "Kami yakin bahwa kami memiliki pendekatan yang lebih tegas," ujarnya. "Itu harus dipastikan untuk kami sampaikan kepada publik bahwa di Prabowo - Sandi supremasi hukum dan penegakan hukum akan seadil-adilnya, tidak tajam ke bawah tumpul ke atas, tidak tebang pilih."

    Sebelumnya, koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku optimistis Prabowo-Sandiaga memiliki banyak isu yang akan menjadi kritik bagi kubu lawan, Joko Widodo-Ma'ruf Amin di debat capres pertama nanti. Persoalan-persoalan yang disinggung oleh Dahnil senada dengan yang disampaikan Sandiaga.

    Baca juga: Elektabilitas Jokowi 50 Persen, Dahnil Anzar: Wajah Jokowi Panik

    Kasus penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan juga disebut akan menjadi perhatian Prabowo - Sandiaga. Dahnil mengklaim Prabowo dan Sandiaga akan membentuk TGPF untuk mengusut kasus Novel jika memenangi pilpres 2019. Kata dia, jagoannya itu berkomitmen membongkar pelaku, aktor, dan motif penyerangan Novel.

    Meski banyak menyinggung kasus Novel, Dahnil enggan menjawab saat ditanya apakah isu ini akan menjadi senjata Prabowo - Sandiaga mengkritik Jokowi dalam debat pertama nanti. "Kita lihat, nanti bocor," kata dia di kawasan Meruya Selatan, Jakarta Barat, Kamis malam, 3 Januari 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Abu Bakar Baasyir, dari Radikalisme ke Terorisme

    Abu Bakar Baasyir dikabarkan akan mendapatkan status bebas. Ini kasus-kasus hukum terkait radikalisme dan terorisme yang menimpa Abu Bakar Baasyir.