Pertemuan Jokowi dan Prabowo Belum Terwujud, Ini Kata Moeldoko

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, dalam debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu, 30 Maret 2019. Diedit dari ANTARA

    Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, dalam debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu, 30 Maret 2019. Diedit dari ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko mengatakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi terus berupaya menjalin komunikasi dengan calon presiden 02, Prabowo Subianto. Dia mengatakan ajakan untuk bertemu itu terus disampaikan kepada Prabowo kendati belum bersambut hingga saat ini.

    Baca: Moeldoko: Pertemuan Jokowi-Prabowo Menunggu Momentum yang Tepat

    "Inisiasi awal untuk ketemu Prabowo itu oleh Pak Jokowi, dan sampai sekarang inisiasi itu tidak pernah berhenti. Kami selalu melakukan komunikasi," kata Moeldoko saat ditemui Tempo di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 5 Juni 2019.

    Moeldoko berujar, pertemuan kedua tokoh yang berlaga di pemilihan presiden 2019 itu diyakini ampuh untuk meredam polarisasi yang terjadi di masyarakat pascapencoblosan Pemilihan Umum 2019, 17 April lalu. Dia pun mengklaim Jokowi memikirkan keutuhan bangsa sehingga terus berikhtiar pertemuan itu bisa terjadi.

    Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin ini menilai Prabowo sebenarnya sudah bersedia bertemu Jokowi. Namun dia menduga kendalanya justru ada pada orang-orang di lingkaran Prabowo.

    "Menurut saya sih persoalan lingkungannya mungkin yang belum bisa menerima atau bagaimana, tapi Pak Prabowo sendiri sudah ada upaya ke arah sana (bertemu Jokowi)," ujarnya.

    Sebelumnya, Jokowi mengutus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan untuk berkomunikasi dengan Prabowo pascapencoblosan 17 April lalu. Namun pertemuan itu belum berhasil terlaksana.

    Salah satu yang menyatakan keberatan dengan pertemuan tersebut ialah Persaudaraan Alumni 212. Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif mengakui menyarankan kepada Prabowo agar menunda pertemuan hingga ada pengumuman resmi hasil pilpres 2019 dari Komisi Pemilihan Umum.

    "Kalau ketemu kan sesama anak bangsa, warga negara, sesama muslim ya silakan saja. Tapi ini kan sedang dalam proses. Jadi kami juga menyarankan kepada Pak Prabowo nanti sajalah kalau sudah ada keputusan resmi baru ketemu," ujar Slamet di Jalan Kertanegara Nomor 36, Jakarta Selatan, Kamis, 25 April 2019.

    Moeldoko menyambung, selain Luhut, ada utusan lainnya dari Jokowi untuk berkomunikasi dengan Prabowo. Namun dia merahasiakan siapa utusan itu. "Ada utusan yang langsung berkomunikasi. Ada yang lain (selain Luhut)," kata dia.

    Di momentum Idul Fitri ini, kata Moeldoko, pertemuan Jokowi dan Prabowo pun diharapkan terjadi. Dia menganggap perjumpaan itu akan mendinginkan suasana serta mendapat apresiasi dari masyarakat.

    Namun, di sisi lain, kubu Prabowo tak juga memberikan kepastian soal kesediaan bersua dengan Jokowi. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan, pertemuan itu bisa saja berlangsung setelah lebaran atau pascaputusan gugatan sengketa hasil pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi.

    Baca juga: Tiga Format Pertemuan Jokowi - Prabowo Usulan Sejumlah Tokoh

    "Bisa tunggu undangan (Jokowi), bisa setelah MK, bisa setelah lebaran, pokoknya tunggu momentum yang pas," ujar Andre, Selasa, 4 Juni 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.