Moeldoko: Pertemuan Jokowi-Prabowo Menunggu Momentum yang Tepat

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) saat bersiap mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu, 13 April 2019. REUTERS/Edgar Su

    Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) saat bersiap mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu, 13 April 2019. REUTERS/Edgar Su

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Harian Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf, Moeldoko menjelaskan pertemuan antara capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto masih menunggu momentum yang tepat.

     
     
    "Semua ada momentum, yang berkaitan kondisi psikologi juga. Kami cari momentum yang tepat sehingga hasilnya juga efektif," ujar Moeldoko di kawasan Kuningan, Jakarta pada Ahad, 21 April 2019.

    Sebelumnya, Jokowi menyatakan telah mengirim utusan untuk menjembatani pertemuan dengan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. Belakangan diketahui utusan itu adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

    Moeldoko menekankan pertemuan antara Jokowi dan Prabowo harus terlaksana untuk mencapai keseimbangan baru pasca-hitung cepat memenangkan Jokowi di pemilihan presiden 2019. "Sesungguhnya grass root itu tergantung elite. Kalau elite mengajak agar baik-baik saja, pendukungnya pasti ikut. Kalau di atas tegang-tegangan, ya gimana," ujar Moeldoko.

    Sampai saat ini Prabowo Subianto belum mengakui hasil quick count berbagai lembaga survei yang mengunggulkan Jokowi di pemilihan presiden 2019. Prabowo Subianto juga telah mendeklarasikan dirinya dan Sandiaga sebagai presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024. Dia mengklaim unggul berdasarkan perhitungan lebih dari 62% real count dan C1 yang diinput tim internal mereka dari 5.000 TPS.

    Prabowo sempat menyatakan lembaga survei yang mengunggulkan Jokowi adalah tukang bohong yang sudah tidak bisa lagi dipercaya rakyat. Atas dasar itu, dia meminta lembaga survei pindah ke negara atau benua lain, salah satunya Antartika. "Mungkin kau bisa pindah ke Antartika," ujar Prabowo di kediamannya, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Jumat, 19 April 2019.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.