Prabowo Deklarasi Kemenangan tanpa Didampingi Sandiaga Uno

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi terharu capres nomor urut 02, Prabowo Subianto saat bersujud syukur di depan pendukungnya di kediamannya di Kertanegara IV, Jakarta, Rabu, 17 April 2019.  Prabowo mengatakan hasil exit poll internal di 5.000 TPS menunjukkan kemenangan kubunya dengan perolehan 55,4 persen. TEMPO/Melgi Anggia

    Ekspresi terharu capres nomor urut 02, Prabowo Subianto saat bersujud syukur di depan pendukungnya di kediamannya di Kertanegara IV, Jakarta, Rabu, 17 April 2019. Prabowo mengatakan hasil exit poll internal di 5.000 TPS menunjukkan kemenangan kubunya dengan perolehan 55,4 persen. TEMPO/Melgi Anggia

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden Prabowo Subianto mengklaim meraih 62 persen suara di pemilihan presiden 2019 berdasarkan hasil real count. Hal ini dia sampaikan di panggung berkarpet merah yang didirikan di depan rumahnya, Jalan Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Berita terkait: AHY dan Sekjen Demokrat Belum Hadir dan Tak Ikut konpres Prabowo

    "Saya hanya ingin memberikan update bahwa berdasarkan real count, kita sudah berada di posisi 62 persen," kata Prabowo sembari memberi penekanan di akhir pernyataannya.

    Prabowo mengklaim real count itu dilakukan di 320 ribu Tempat Pemungutan Suara (TPS), atau sekitar 40 persen dari keseluruhan TPS yang berjumlah sekitar 805 ribu. Dia pun mengaku sudah diyakinkan para ahli statistik angka itu tak akan berubah banyak.

    "Bisa naik satu persen, turun satu persen. Detik ini, malam ini, kita berada di 62 persen," kata mantan Komandan Komando Pasukan Khusus ini.

    Meski merasa sudah menang, Prabowo meminta para relawan dan pendukungnya untuk tetap tenang dan tak terpancing provokasi. Dia juga meminta mereka tetap menjaga dan mengawal kotak suara dan formulir C1.

    Prabowo juga mengatakan koalisinya yang terdiri dari Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, Partai Demokrat, dan Partai Berkarya tidak menginginkan perpecahan di masyarakat. Dia tegas-tegas mengimbau agar pendukungnya tak terpancing provokasi.

    "Tidak akan kita gunakan cara-cara di luar hukum karena kita sudah menang. Rakyat bersama kita. Kita bagian dari rakyat. Ini kemenangan bagi rakyat Indonesia," ucapnya.

    Prabowo mengatakan dirinya akan menjadi presiden bagi seluruh rakyat Indonesia. Dia berjanji tetap membela orang-orang yang sebelumnya memilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

    Ketua Umum Partai Gerindra ini kemudian mengucapkan terima kasih kepada partai koalisi, relawan, dan kaum emak-emak yang mendukungnya selama ini. Di akhir, Prabowo mengatakan akan mengumandangkan takbir dan teriakan merdeka, serta melakukan sujud syukur. Aksi sujud syukur ini juga pernah dia lakukan saat merasa menang pilpres 2014 berdasarkan hitung cepat.

    "Saya ingin menutup briefing saya dengan mengumandangkan takbir dan setelah itu sujud syukur," kata Prabowo.

    Prabowo menggelar konferensi pers ini tanpa didampingi cawapresnya, Sandiaga Uno. Dalam konpers pertama sebelumnya sore tadi, Sandiaga juga tak ikut.

    Adapun beberapa tokoh yang mendampingi Prabowo di antaranya Johannes Suryo Prabowo, Djoko Santoso, Rachmawati Soekarnoputri, Syarief Hasan, Musa Bangun, Yunus Yosfiah, Salim Segaf Al Jufri, Yusuf Muhammad Martak, dan Tengku Zulkarnain.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.