Ma'ruf Amin: Ulama Seperti Daun Salam yang Pertama Dibuang

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ma'ruf Amin. instagram.com/khmarufamin_

    Ma'ruf Amin. instagram.com/khmarufamin_

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wakil Presiden 01, Ma'ruf Amin, menyebut ulama di Indonesia seperti daun salam. Sebab, setiap pemilihan mulai dari tingkat Wali Kota, gubernur hingga presiden, ulama selalu dicari untuk minta dukungan.

    Baca: Ma'ruf Amin Targetkan Paslon 01 Raup 70 Persen Suara di Depok

    “Makanya ulama itu kayak daun salam, kalau mau masak dicari, biar sedap, tapi kalau sudah mateng yang pertama dibuang daun salam,” kata Ma'ruf saat orasi dalam Kampanye Akbar dan Do'a Bersama di Lapangan Kamboja, Kota Depok, Sabtu 30 Maret 2019.

    Ma'ruf pun sempat menyindir soal pilihan masyarakat yang harus didasari oleh dukungan ulama. Padahal, menurut dia, posisi ulama sejak dulu selalu menjadi tukang dukung saat pesta demokrasi di Indonesia.

    “Katanya yang harus didukung (dipilih) itu, yang didukung oleh ulama. Lah ulama mah emang dari dulu tukang dukung,” kata Ma'ruf.

    Namun, Ma'ruf mengatakan, hal itu tidak pada calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi. Ia mengatakan, Jokowi tidak hanya sekedar meminta dukungan ulama. “Pak Jokowi memang minta dukungan ulama, tapi dia menggandeng ulama sebagai wakilnya,” kata Ma'ruf. "Kok ente enggak paham-paham, kapan pahamnya."

    Ma'ruf mengatakan, ia dan Jokowi merupakan pasangan serasi karena menggabungkan antara ulama dan umaroh. “Pasangan nasionalis-religius, mau cari yang seperti apalagi ente,” kata Ma'ruf.

    Simak juga: Prabowo Ajak Lebaran di TPS, Ma'ruf Amin: Lebaran di Masjid

    Ma'ruf Amin mengungkap, pasangan calon Presiden Wakil Presiden, Jokowi-Ma'ruf Amin targetkan kemenangan di Depok mencapai 70 persen. “Kosong satu harus menang di Depok, menangnya harus mutlak,” kata Ma'ruf.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.