5 Janji Kampanye Prabowo: Jemput Rizieq - Turunkan Harga Sembako

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Simpatisan berfoto di samping calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto saat kampanye terbuka di Lapangan Karebosi, Makassar, Ahad, 24 Maret 2019. Prabowo menyinggung masalah petani, impor gula, dan impor garam dalam orasinya. ANTARA/Yusran Uccang

    Simpatisan berfoto di samping calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto saat kampanye terbuka di Lapangan Karebosi, Makassar, Ahad, 24 Maret 2019. Prabowo menyinggung masalah petani, impor gula, dan impor garam dalam orasinya. ANTARA/Yusran Uccang

    1. Menjemput Rizieq Shihab

    Prabowo berjanji akan menjemput pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab jika memenangkan Pilpres 2019. Janji ini ia ungkapkan saat di Pamekasan, Madura, 26 Februari 2019.

    Simak juga: Prabowo Akan Jemput Rizieq Shihab Jika Menang Pilpres 2019

    "Dalam Ijtima yang kedua, saya sudah mengatakan begitu saya menang, saya akan mengembalikan Habib Rizieq Shihab kembali. Saya akan kirim pesawat saya sendiri untuk menjemput beliau. Beliau difitnah dan didzolimi," kata Prabowo.

    2. Tidak akan Impor Pangan dan Energi

    Dalam konteks pangan dan energi, Prabowo berjanji untuk mewujudkan swasembada pangan dan energi di Indonesia. Ia bahkan berjanji tidak akan mengimpor apapun ke Indonesia jika memenangi Pilpres 2019.

    Baca: Sandiaga soal Pengangguran: Kenapa Tidak Buka Lapangan Kerja?
    "Saya bersaksi di sini kalau Insya Allah saya menerima amanah rakyat Indonesia, saya akan bikin Indonesia berdiri di atas kaki kita sendiri. Kami tidak akan mengimpor apa-apa saudara-saudara sekalian," kata Prabowo dalam acara deklarasi dukungan Komando Ulama Pemenangan Prabowo - Sandi (Kopassandi) di GOR Soemantri, Ahad, 4 November 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.