Prabowo: Saya Tak Percaya Survei, karena Mereka Dibayar

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyapa warga Riau saat tiba di Gelanggang Remaja Kota Pekanbaru, Riau, Rabu, 13 Maret 2019. Dalam kampanyenya, Prabowo meminta dukungan untuk memenangkan pasangan Prabowo-Sandi dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada April mendatang. ANTARA/Rony Muharrman

    Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyapa warga Riau saat tiba di Gelanggang Remaja Kota Pekanbaru, Riau, Rabu, 13 Maret 2019. Dalam kampanyenya, Prabowo meminta dukungan untuk memenangkan pasangan Prabowo-Sandi dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada April mendatang. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Presiden RI nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam pidato politiknya mengatakan tak mempercayai hasil survei Pemilu Presiden 2019 dari sejumlah lembaga, yang menjatuhkan elektabilitas Prabowo-Sandiaga.

    Baca juga: Kata BPN Soal Keluarga Korban Orang Hilang Ajak Tak Pilih Prabowo

    "Memang survei taruh kita paling bawah. Tapi saya gak percaya survei, karena mereka dibayar," ucap Prabowo saat safari politik di Gelanggang Remaja, Kota Pekanbaru, Selasa.

    Prabowo menyampaikan, bahwa tim Internal Prabowo-Sandi mempunyai lembaga survei sendiri. Hasilnya belum diumumkan, karena dikhawatirkan akan membuat timnya lengah.

    "Kita diem-diem punya survei juga, tapi belum kita umumkan karena tidak mau kita lemah," ujarnya.

    Untuk itu, dia meminta masyarakat Riau mengecek agar benar-benar terdaftar di DPT sehingga dapat menggunakan hak pilih pada Pemilu 2019 ini.

    "Kita minta mesin-mesin partai koalisi, relawan tolong periksa daftar pemilih. Emak-emak juga, kan emak-emak biasanya cerewet harus diperiksa, jangan-jangan ada bayi baru lahir udah terdaftar memilih atau satu nama malah terdaftar di 15 tempat , ini jangan sampai terjadi," ucapnya.

    Dia juga menyampaikan agar Masyarakat turut mengawasi Tempat Pemilihan Suara untuk meminimalisir kecurangan.

    "Jangan teriak-teriak kumpul, namun tidak memilih. Kita harus ke TPS. Jaga TPS kita. Pada 17 April nanti, tidak ada Jendral ataupun petani pada waktu itu. Kita harus memilih. Satu suara untuk satu orang," tuturnya.

    Prabowo juga menyuarakan apresiasi kepada Komisi Pemilihan Umum yang secara terbuka menerima koreksi dan masukan yang disampaikan.

    Baca juga: Prabowo: Kalau Kubu Lawan Beri Uang Terima Saja, Tapi Coblos 02

    "Saya apresiasi KPU sekarang InsyaAllah mereka jaga demokrasi kita," sebutnya.

    Di Provinsi Riau, Prabowo disambut antusias oleh Ribuan Masyarakat. Dalam pidatonya Prabowo menyoroti kesejahteraan masyarakat Riau di tengah potensi kekayaan alam yang dimiliki.

    Menurutnya Masyarakat Riau termasuk masyarakat yang menginginkan perubahan berjuang bersama Prabowo dan Sandiaga Uno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.