5 Hal Menarik dari Deklarasi SMA di Jakarta untuk Jokowi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (tengah) menyampaikan sambutan saat menghadiri Deklarasi Alumni Trisakti Pendukung Jokowi di Jakarta, Sabtu, 9 Februari 2019. ANTARA

    Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (tengah) menyampaikan sambutan saat menghadiri Deklarasi Alumni Trisakti Pendukung Jokowi di Jakarta, Sabtu, 9 Februari 2019. ANTARA

    4. Jokowi Janji Pertaruhkan Jabatan

    Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan siap untuk mempertaruhkan seluruh jabatan dan reputasinya demi kebaikan negara.

    Baca juga: Gaya Ofensif Jokowi, TKN: Ibarat Kelahi, Masa Digebuki Diem Terus

    Jokowi bercerita kerap dipandang sebelah mata oleh lawannya dan dinilai tidak memiliki keberanian lantaran tubuhnya yang kurus. Ia menampiknya dengan memamerkan keberhasilan pemerintah mengambil alih Blok Rokan, Blok Mahakam, serta menguasai mayoritas saham PT Freeport Indonesia. Menurut dia, hal itu tidak mudah.

    "Dipikir ambil alih aset besar itu mudah, gampang? Kalau mudah dan gampang sudah dari dulu diambil alih," ujarnya.

    Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, menghadiri acara deklarasi alumni Sekolah Menengah Atas (SMA) se Jakarta di Istora Senayan, Jakarta, 10 Februari 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    "Jangan orang memiliki anggapan mentang-mentang Presiden Jokowi kurus itu penakut, mereka pikir saya ini penakut, mereka pikir saya tidak berani, saya memang tidak pengin banyak bicara, saya ingin tiap hari kerja, kerja, kerja," kata dia.

    5. Bantahan Jokowi atas Tudingan Kebocoran Anggaran

    Jokowi mempertanyakan pernyataan dari calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, yang menyebut anggaran pemerintah bocor hingga 25 persen. "Saya tanya hitung-hitungannya dari mana. Jangan buat pernyataan yang membuat masyarakat menjadi resah," kata dia.

    Selain itu, Jokowi berujar, di Indonesia ada lembaga resmi yang tugasnya mengaudit keuangan negara. Jika laporannya bermasalah, kata dia, pasti akan ditangkap oleh penegak hukum. Namun ia mengklaim 80 persen pengelolaan keuangan dari 87 kementerian atau lembaga negara meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK.

    Baca juga: Tanggapi Pernyataan Prabowo, Jokowi Sebut Bocor hingga 12 Kali

    "Kalau gak bener pasti ditangkap KPK. Tapi hasil pemeriksaan BPK itu hampir 80 persen WTP," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.