Gaya Ofensif Jokowi, TKN: Ibarat Kelahi, Masa Digebuki Diem Terus

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon presiden Joko Widodo memberikan keterangan terkait dengan formasi tim sukses kampanye nasional pilpres 2019 di Jakarta, Jumat, 7 September 2018. Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi Ketua Dewan Pengarah Tim Pemenangan Jokowi-Ma'aruf Amin, dan Erick Thohir sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Bakal calon presiden Joko Widodo memberikan keterangan terkait dengan formasi tim sukses kampanye nasional pilpres 2019 di Jakarta, Jumat, 7 September 2018. Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi Ketua Dewan Pengarah Tim Pemenangan Jokowi-Ma'aruf Amin, dan Erick Thohir sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur penggalangan milenial dan kepemudaan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin, Bahlil Lahadalia, mengatakan gaya ofensif Jokowi saat berpidato belakangan ini merupakan bagian dari strategi. Dari penilaian timnya, Bahlil mengatakan publik tak hanya melihat ketegasan seorang pemimpin dari konteks pengambilan keputusannya.

    Baca: Jokowi Serang Balik Lawan, JK: Itu Bisa Naikkan Elektabilitas

    "Tapi juga harus ada sikap yang betul-betul mencerminkan sebuah ketegasan dan mungkin apa yang dilakukan Pak Jokowi sebagai bentuk ekspresi ketegasan," kata Bahlil kepada Tempo di kedai Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu, 10 Februari 2019.

    Bahlil lalu menyinggung strategi kampanye kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dalam masa kampanye kali ini. "Mungkin apa yang dilakukan pak Jokowi itu (gaya ofensif) sebagai ekspresi ketegasan untuk menolak isu-isu yang dikembangkan pihak sana," tutur dia.

    Selain itu, Bahlil menilai gaya ofensif dapat memikat hati para milenial agar memilih pasangan calon nomor urut 01 di pilpres 2019 nanti. "Bagi kami bagus kok. Ibarat orang berkelahi, masa digebukin diem terus sih?" ujar Bahlil.

    Baca: Pengamat: Gaya Ofensif Jokowi Respons terhadap Tuduhan Prabowo

    Hari ini, Jokowi angkat bicara soal tudingan Prabowo tentang anggaran bocor yang mencapai 25 persen atau Rp 500 triliun. Ia mempertanyakan dari mana calon presiden nomor urut 02 itu mendapatkan angka tersebut.

    "Saya tanya hitung-hitungannya dari mana? Jangan buat pernyataan yang membuat masyarakat menjadi resah," katanya saat berbicara di hadapan ribuan alumni SMA se-Jakarta yang mendukungnya di Istora Senayan, Jakarta, Ahad, 10 Februari 2019.

    Jokowi menuturkan, di Indonesia, urusan anggaran dan realisasinya dibahas bersama-sama antara pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pemerintah baru bisa menggunakan anggaran jika sudah mendapat persetujuan dari seluruh fraksi di DPR.

    "Jangan sampai semua sudah tanda tangan kemudian baru ngomong Rp 500 triliun bocor... bocor... bocor," ucap Jokowi dengan mengulang kata 'bocor' sebanyak 12 kali. "Bocor dari mana?"

    Ucapan Jokowi itu merespons Prabowo yang sebelumnya mengatakan sebanyak 25 persen anggaran pemerintah Indonesia bocor. Salah satunya akibat dari maraknya penggelembungan harga yang dilakukan segelintir orang. Anggaran Indonesia, kata Prabowo, berpotensi hilang Rp 500 triliun. Dasar perhitungannya, 25 persen dari anggaran negara sekitar Rp 2.000 triliun.

    Baca: Keunggulan dan Kelemahan Gaya Kampanye Jokowi Versi Pengamat

    Prabowo pun berjanji, ia akan memimpin pemerintahan yang bersih dari korupsi bila terpilih. Selain itu, calon presiden penantang Jokowi itu juga menjanjikan akan mengelola kekayaan negara dengan baik.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.