Kubu Prabowo Ingin Moderator Debat Pilpres yang Seperti Ini

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan capres - cawapres nomor urut 01, Jokowi (ketiga kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) usai Debat Capres dan Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. Sementara Prabowo dan Sandi tampil kompak dengan jas dan dasi. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Pasangan capres - cawapres nomor urut 01, Jokowi (ketiga kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) usai Debat Capres dan Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. Sementara Prabowo dan Sandi tampil kompak dengan jas dan dasi. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Miftah N Sabri mengungkapkan kriteria moderator debat pilpres yang mereka kehendaki pada 17 Februari nanti. Salah satunya kata Miftah, adalah moderator yang sudah selesai dengan dirinya sendiri, atau tidak akan menjadikan panggung debat sebagai panggung pribadi.

    Baca juga: Kubu Prabowo Senang Debat Capres Berikutnya Tanpa Kisi-kisi KPU

    “Pada prinsipnya BPN ingin moderator selanjutnya adalah moderator yang punya integritas tinggi,” ujar Miftah dalam keterangan tertulisnya, Rabu 23 Januari 2019.

    Miftah mengatakan moderator debat berbeda dengan moderator talkshow. Menurut dia debat ini bukan dibuat untuk menarik perhatian penonton demi rating. Melainkan panggung di mana kedua pasangan calon dapat menyampaikan gagasan, eksplorasi ide, dan saling mengkritisi konsep, demi kepentingan masyarakat pemilih.

    Untuk itu yang diperlukan, kata Miftah, adalah jurnalis atau akademisi yang kompeten dan integritas, agar dapat mengatur lalu lintas debat calon kepala negara tersebut. Ia mengatakan, Ira Koesno dan Imam Priyono yang menjadi moderator pada debat pertama, adalah contoh yang kurang baik. Karena ia menganggap keduanya sebagai moderator terlalu banyak mengambil durasi debat.

    Maka Miftah menegaskan, BPN tidak menolak nama-nama moderator secara personal. BPN, menurut dia hanya menginginkan moderator yang nantinya dipilih, bisa memenuhi karakter itu. Tak terkecuali Najwa Shihab.

    “Asal Mba Najwa Shihab bisa masuk dalam karakter di atas. Memelihara integritas, memberi ruang penuh kepada kedua pasangan, dan tidak menyamakan ini dengan Matanajwa yang perlu aspek show, kita tidak ada masalah. Begitu juga dengan nama nama yang lain. Poinnya di sana,” kata dia.

    Miftah menambahkan wartawan atau akademisi senior yang punya rekam jejak panjang lebih diutamakan. Agar moderator tidak menjadikan debat sebagai panggung untuk mengincar popularitas atau jabatan.

    Baca juga: Prabowo akan Fokus Isu Ekonomi Lingkungan di Debat Pilpres II

    Sebelumnya juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, mengklaim pihaknya keberatan dengan Najwa Shihab yang disebut-sebut sebagai salah satu calon moderator debat pilpres kedua. Menurutnya Najwa terindikasi tak netral dan berpihak ke Joko Widodo saat pemilihan presiden 2014. Ia pun meminta Komisi Pemilihan Umum untuk menunjuk moderator lain yang netral dan tak memiliki afiliasi politik tertentu.

    Namun tak berselang lama Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso membantah bahwa pihaknya menolak Najwa Shihab. Tetapi ia tak menampik adanya pendapat dari Andre. Namun, dia mengatakan pernyataan Andre adalah pendapat pribadi dan bukan sikap resmi dari BPN.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?