Kubu Prabowo Emoh Urusi Pengakuan La Nyalla

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • La Nyalla Mattalitti. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    La Nyalla Mattalitti. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi, Ferry Juliantono, mengatakan kubunya tak ingin mengurusi atau memperkarakan pengakuan La Nyalla soal penyebaran Tabloid Obor Rakyat pada pemilihan presiden 2014.

    Baca: Elektabilitas Naik, Kubu Prabowo Klaim Isu Harga Pangan Berhasil

    "Kami ada urusan yang lebih penting. Kami ini lagi keliling, lagi sibuk. Pak Sandi juga keliling terus, ngapain mikirin yang kayak gituan," ujar Ferry usai menghadiri acara diskusi Polemik di bilangan Menteng, Jakarta, pada Sabtu, 15 Desember 2018.

    Isu Tabloid Obor Rakyat kembali mengemuka setelah La Nyalla mengungkap pengakuan bahwa ia berperan dalam penyebaran tabloid itu pada pilpres 2014 untuk memfitnah Jokowi. Ia mengaku sudah meminta maaf kepada Jokowi berkaitan dengan hal tersebut.

    Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Puyono mengatakan gaya kampanye dengan Obor Rakyat bukan sama sekali gaya seorang Prabowo Subianto. Justru Arief menilai sikap mantan ketua umum PSSI itu yang menyebabkan kekalahan Prabowo-Hatta di pilpres 2014. "Akibat La Nyalla yang membuat kampanye hoax, akhirnya Jokowi-JK dapat simpati masyarakat dari Obor Rakyat itu," ujar dia.

    Baca: Pindahkan Markas ke Jateng, Kubu Prabowo Targetkan Ungguli Jokowi

    Jumat malam lalu, anggota Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf, Romahurmuziy menguak fakta-fakta di balik terbitnya tabloid Obor Rakyat pada pilpres 2014.

    Romy, sapaan Romahurmuziy, yang pada pilpres 2014 merupakan Ketua Divisi Strategi tim kampanye Prabowo Subianto-Hatta Rajasa itu mengatakan penerbitan tabloid tersebut dilakukan oleh para simpatisan Prabowo-Hatta kala itu.

    "Obor Rakyat itu dibuat simpatisan. Saya di tim resmi pak Prabowo pada waktu itu dan saya pastikan itu bukan diproduksi tim resmi," kata Romahurmuziy seusai menjadi narasumber dalam Rakornas Tim Hukum dan Advokasi Jokowi-Ma'ruf di Jakarta, Jumat malam, 14 Desember 2018. Meski begitu, menurut dia, tim resmi mengetahui keberadaan tabloid tersebut.

    Romy mengatakan tim resmi Prabowo-Hatta saat itu disodorkan contoh tabloid Obor Rakyat yang akan diproduksi dan diminta untuk mengoreksi isi tabloid tersebut. "Kami disodorkan dummy tabloid itu dan diminta koreksi bagaimana menurut tim kampanye," ujar Ketua Umum PPP itu.

    Baca: Kubu Prabowo Minta Pemantau Internasional Awasi Pilpres 2019

    Saat itu, kata Romy, dirinya sebagai Ketua Divisi Strategi Tim Kampanye Prabowo-Hatta mengaku tak mau ikut-ikutan. "Saya katakan tidak ikut-ikut, karena ini hoax dan kalau kalah akan menjadi masalah," ujarnya.

    Dari situ, kata Romy, dapat dipastikan penerbitan tabloid Obor Rakyat benar-benar dibuat oleh lawan politik Jokowi pada saat itu. "Isunya betul-betul made to order, difabrikasi khusus untuk Pilpres 2014. Saya menjadi saksi, bahwa isu antek komunis, antek asing, antek aseng dan anti-Islam itu adalah isu yang betul-betul difabrikasi lawan politik pak Jokowi," kata dia.

    Menurut Romy, kala itu tabloid Obor Rakyat direncanakan dicetak delapan edisi. Namun yang berhasil terbit hanya tiga edisi dan dicetak sebanyak satu juta eksemplar. "Kemudian dibagikan kepada 242 ribu masjid dan 28 ribu pondok pesantren di seluruh Indonesia dengan isu yang memang dimakan kalangan agamawan," ujarnya.

    DEWI NURITA | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.