Jumat, 14 Desember 2018

Prabowo Hadiri Maulid Nabi di Kwitang Bareng AHY

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, seusai menghadiri acara peringatan Maulid di Masjid Majlis Ta'lim Al Habib Ali Al Habsy, Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Desember 2018. TEMPO/Ryan Dwiky Anggriawan

    Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, seusai menghadiri acara peringatan Maulid di Masjid Majlis Ta'lim Al Habib Ali Al Habsy, Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Desember 2018. TEMPO/Ryan Dwiky Anggriawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menghadiri acara peringatan Maulid Nabi di Masjid Majelis Ta'lim Al Habib Ali Al Habsy, Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Desember 2018.

    Baca: Saran AJI untuk Prabowo yang Geram atas Pemberitaan Reuni 212

    Dari pantauan Tempo, Prabowo hadir mengenakan setelan baju koko warna putih dan kopiah hitam. Sedangkan AHY mengenakan jas dan kopiah hitam dipadukan sarung.

    Kehadiran mereka tampak membuat lokasi acara sedikit riuh dengan hadirin yang menyambut keduanya. Prabowo dan AHY mengikuti jalannya acara peringatan Maulid namun tidak mendapat kesempatan bicara di podiu.

    Baca: Soal Elektabilitas: Tim Jokowi Akui Turun, Tim Prabowo Klaim Naik

    Seusai acara, Prabowo pergi menuju mobil dengan pengawalan ketat. Namun ia tampak melayani masyarakat sekitar yang ingin bersalaman maupun berswafoto. Beberapa kali, Prabowo terlihat mencium kening anak kecil yang ia temui sepanjang perjalanan menuju mobil.

    Sesampainya di mobil, Prabowo langsung pergi meninggalkan lokasi tanpa memberi kesempatan awak media untuk berwawancara.

    Baca: Geram Pemberitaan Reuni 212, Prabowo Omeli Media dan Jurnalis


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Antikorupsi Partai Politik Diragukan

    Partai-partai mengklaim berkomitmen antikorupsi melawan korupsi setelah para petingginya ditangkap KPK. Berikut empat di antaranya....