Janji Berusaha, Ma'ruf Amin: Kami Malu Kalau Kalah di Jawa Barat

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cawapres nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin (kanan), mengunjungi kantor pusat MUI di Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa, 6 November 2018. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Cawapres nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin (kanan), mengunjungi kantor pusat MUI di Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa, 6 November 2018. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin berjanji akan lebih keras berusaha meraup dukungan di Jawa Barat karena elektabilitas Jokowi - Ma'ruf Amin masih rendah di tanah Pasundan itu. Dari hasil konsolidasinya di Jawa Barat, Ma’ruf dianggap putra Jawa Barat dan mewakili Pasundan.

    "Jadi kalau di Jawa Barat kalah, kami malu," kata Ma'ruf Amin di kediamannya di Jalan Situbondo 12, Jakarta pada Senin, 12 November 2018.

    Baca: Ma'ruf Amin Tegaskan Budek dan Buta untuk Orang Ingkari Kenyataan

    Ia akan lebih gencar berkeliling Jawa Barat dan berkunjung ke kantong-kantong NU. Ma'ruf mengklaim, secara struktural, NU sudah mendukungnya. Namun, dia masih harus merangkul tokoh-tokoh NU kultural.

    Begitu pun dengan Jakarta, ujar Ma'ruf, dia sejak muda sudah berkiprah di Jakarta hingga menjadi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan mendapatkan posisi sebagai Rais Aam PBNU. Ma'ruf Amin optimistis dia akan menang di Jakarta. Kendati, survei internal elektabilitas di Jakarta juga masih rendah.

    Baca: Ma'ruf Amin Sebut Budek dan Buta, Jubir Prabowo: Itu Merendahkan

    Pada pilpres 2014, Jokowi memang paling banyak kalah secara angka di Provinsi Jawa Barat dari penantangnya, Prabowo Subianto. Sedangkan di Jakarta, survei Jokowi juga masih rendah karena diprediksi masih terimbas kasus Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.