Jumat, 16 November 2018

Ma'ruf Amin Sebut Budek dan Buta, Jubir Prabowo: Itu Merendahkan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Dahnil Anzar Simamjuntak, calon presiden Prabowo Subianto, dan calon wakil presiden Sandiaga Uno mengenakan rompi jins kostum baru mereka di rumah Prabowo, Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Selasa, 23 Oktober 2018. Istimewa

    Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Dahnil Anzar Simamjuntak, calon presiden Prabowo Subianto, dan calon wakil presiden Sandiaga Uno mengenakan rompi jins kostum baru mereka di rumah Prabowo, Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Selasa, 23 Oktober 2018. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin, melemparkan sindiran kepada orang-orang yang tak mengakui keberhasilan pembangunan era Joko Widodo atau Jokowi. Dalam sebuah pidato di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, pada Sabtu, 10 November 2018, Ma’aruf mengatakan mereka yang tak melek kesuksesan Jokowi adalah orang yang ‘buta’ dan ‘budek’.

    Simak: Ma'ruf Amin: Hanya Orang Buta-Budek yang Tak Akui Sukses Jokowi

    Pidato Ma’aruf ini menuai tanggapan dari tim kubu Prabowo Subianto–Sandiaga Uno (Prabowo - Sandiaga). Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional, Dahnil Anzar Simanjuntak, menilai luapan pernyataan Ma’aruf itu tak elok dan jauh dari akhlak baik serta sikap kewarganegaraan. “Bagi saya, itu merendahkan saudara-saudara yang difabel,” kata Dahnil kepada Tempo pada Sabtu malam, 10 November 2018.

    Dahnil mengatakan seharusnya sah-sah saja masyarakat berbeda pandangan seperti soal kesuksesan inkumben. Sebab, dalam ruang politik, ia memandang siapa pun dapat beradu gagasan.

    Bila dikritik, kata Dahnil, politikus tak perlu menebar tudingan-tudingan dengan diksi miring. Dahnil pun meminta masing-masing pasangan capres dan cawapres bergembira menyikapi pertarungan dalam pemilihan presiden atau Pilpres serta pemilihan umum atau Pemilu 2019.

    Adapun bila ditilik dari substansi ajaran agama, Dahnil memaparkan bahwa politikus perlu menjunjung tinggi budi pekerti. Seperti dalam ajaran-ajaran kepada umat Islam, kata dia, para tokoh publik ini harus meninggikan akhlak. “Apa pun profesi muslim tersebut, sebagai ulamakah, politikus kah,” ujarnya. Dalam kerangka kebaikan itu, ujar Dahnil, salah satu yang perlu dijunjung adalah tuturan dan pilihan kata-katanya.

    Baca: Ma'ruf Amin Setuju Jokowi Banyak Politik Genderuwo

    Sebelumnya, Ma'ruf Amin mengatakan selama memimpin, Jokowi berhasil membangun banyak infrastruktur. Misalnya pelabuhan dan bandara. Selain itu, Jokowi juga berhasil membangun banyak fasilitas pendidikan dan kesehatan. Lewat pembangunan itu, kata dia, Jokowi berhasil memangkas kesenjangan sosial di masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.