Survei Internal Demokrat: Elektabilitas Jokowi Cuma Unggul Tipis

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Ahad, 9 September 2018. Partai Demokrat merayakan ulang tahun yang ke-17, bertepatan dengan ulang tahun ke-69 Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Ahad, 9 September 2018. Partai Demokrat merayakan ulang tahun yang ke-17, bertepatan dengan ulang tahun ke-69 Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan partainya memiliki survei internal elektabilitas calon presiden. Ferdinand mengklaim elektabilitas Prabowo Subianto tak tertinggal jauh dari Joko Widodo alias Jokowi.

    "Kalau head to head memang Pak Jokowi masih unggul, tetapi selisihnya tidak jauh. Tinggal satu digit," kata Ferdinand di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa malam, 6 November 2018.

    Baca: Prabowo Kalah Survei, Djoko Santoso Minta Tim Kerja Lebih Keras

    Ferdinand tak merinci berapa besarnya survei tersebut. Namun dia mengklaim selisih elektabilitas capres inkumben dan penantang itu kini sudah di bawah angka 10 persen.

    Ia menyebut angka itu merupakan hasil survei periode Oktober lalu. Menurut Ferdinand, ada lebih dari 2.000 responden yang dilibatkan di seluruh Indonesia.

    Juru bicara Badan Pemenangan Prabowo ini mengatakan koalisi berharap bisa menyalip elektabilitas Jokowi dan membalikkan keadaan di pilpres nanti. Menurut perkiraan, kata Ferdinand, elektabilitas Prabowo sudah akan bisa mengungguli Jokowi sekitar bulan Februari 2019.

    Baca: Tim Prabowo: Alasan Bawaslu soal Luhut dan Sri Mulyani Tak Logis

    Adapun hasil pilpres, kata dia, Prabowo diharapkan akan menang dengan perolehan suara sekitar 55 persen. "Sampai April nanti kami berharap bisa membalikkan situasi. Target kami tidak sampai 60 persen barangkali, tetapi mungkin di 55, 56, 57 persen kami akan memperoleh suara," ujarnya.

    Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan elektabilitas calonnya menunjukkan peningkatan yang positif. Dia mengatakan masih ada waktu lima bulan lagi menjelang pilpres.

    "Kami masih punya waktu lima bulan lebih untuk mendesain kampanye terus memanfaatkan suara swing voters dan bahkan mungkin menarik para pendukung Pak Jokowi-Ma’ruf Amin," kata Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah ini.

    Baca: Survei Alvara: Prabowo Berlebihan Pencitraan Ketimbang Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.