Prabowo Jarang Terlihat, PAN: Kerja Politik Ada yang Diam-diam

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, merayakan ulang tahun ke-67 bersama emak-emak pendukungnya di Pasar Raya, Blok M, Jakarta Selatan, Rabu malam, 17 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, merayakan ulang tahun ke-67 bersama emak-emak pendukungnya di Pasar Raya, Blok M, Jakarta Selatan, Rabu malam, 17 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan menampik anggapan bahwa calon presiden Prabowo Subianto tidak berkegiatan di masa kampanye Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. Zulkifli mengatakan Prabowo juga bekerja nonstop siang malam meski tak diungkap ke publik atau diberitakan media massa.

    Baca: Prabowo Akan Mulai Fokus Kampanye di Pulau Jawa Pekan Depan

    "Ya nonstop juga, pagi siang malam terus. Kan kerja politik itu ada yang terbuka, ada yang terima orang, ada yang ketemu diem-diem, kan biasa," kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 19 Oktober 2018. Zulkifli mengatakan, kerja-kerja politik tak semuanya bersifat terbuka dan menjadi konsumsi publik. Apalagi, kata dia, masa kampanye terbuka baru akan berlangsung tiga pekan sebelum hari-H Pemilihan Umum 2019.

    Zulkifli mengatakan, di masa awal kampanye Pilpres 2019 ini Prabowo dan Sandiaga Uno berbagi tugas. Sementara Sandiaga gencar berkeliling ke daerah Prabowo lebih banyak tinggal di Jakarta untuk menerima tamu. Selain itu, Prabowo, kata Zulkifli, juga sibuk menggalang dukungan.

    "Kan bagi tugas, tamu banyak yang datang, tokoh-tokoh daerah juga banyak yang ketemu. Kalau dua-duanya keliling nanti tamu datang kalau enggak ketemu gimana," kata Ketua Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga ini.

    Simak juga: Prabowo Kampanye di Bali Hadiri Deklarasi Forum Emak-emak

    Menurut Zulkifli, PAN manut saja dengan agenda yang sudah disiapkan Badan Pemenangan Prabowo - Sandiaga. Alasannya, PAN juga tidak memiliki banyak logistik sehingga tak bisa menggelar acara-acara kampanye sendiri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.