Soal Ekonomi Syariah, Sandiaga: Saya Satu Visi dengan Kyai Ma'ruf

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Uno, berfoto bersama warga di Pasar Wonodri, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 24 September 2018. ANTARA

    Calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Uno, berfoto bersama warga di Pasar Wonodri, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 24 September 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menyatakan dirinya memiliki satu persamaan visi dengan rivalnya dalam pemilu presiden 2019, Kyai Haji Maruf Amin jika menyangkut soal nasib perekonomian syariah di Indonesia.

    Baca juga: Kepada Sandiaga, Nelayan di Indramayu Mengeluh Lamanya Bikin SIPI

    "Saya dan Pak Ma'ruf Amin sudah berkomitmen sama untuk memajukan ekonomi syariah, siapapun yang nanti terpilih (dalam pemilu presiden 2019)," ujar Sandiaga saat menghadiri Musyawarah Nasional Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang dihelat bersamaan dengan acara Jogja Halal Festival Jumat 12 Oktober 2018 di Yogyakarta.

    Calon wakil presiden dari Prabowo Subianto itu menilai persamaan visinya memajukan ekonomi syariah sama dengan Kyai Ma'ruf karena secara pribadi mereka berdua sama-sama duduk dalam kepengurusan MES pusat.

    "Saya dan Kyai Ma'ruf sama-sama pengurus MES, kami bercita cita Indonesia jadi pusat ekonomi syariah, jadi siapapun yang terpilih ekonomi syariah akan maju," ujar Sandi.

    Sandi menilai, potensi ekonomi syariah di Indonesia sangat luar biasa jika melihat antusiasme masyarakat yang ingin menerapkan ekonomi syariah itu. Sayang dengan kondisi itu, ujar Sandi, ekonomi syariah belum juga menjadi tuan rumah dibanding pergerakan perbankan umum.

    "Sekarang kontribusi (penerapan) ekonomi syariah masih kurang dari 10 persen, kita harus bisa mewujudkan menjadi 20 persen dalam 2-3 tahun ke depan," kata Sandi.

    Sandi berharap, paling tidak, target sepertiga dari gerak perekonomian nasional bisa ditopang menggunakan ekonomi syariah. Hal ini karena ekonomi syariah sendiri berbasis prinsip terbuka dan berkeadilan.

    Sandiaga menuturkan jika ekonomi syariah bisa menjadi tulang punggung ekonomi nasional, ia meyakini akan memicu peluang besar yang menguntungkan masyarakat misalnya bidang ketenagakerjaan. Lapangan kerja diyakini Sandiaga juga akan lebih banyak terbuka.

    "Seperti Jepang dan Inggris yang sudah maju pengembangan ekonomi syariahnya," ujarnya.

    Baca juga: Bantah SMRC, PAN Yakin Sandiaga Dongkrak Elektabilitas Prabowo

    Sandiaga menuturkan keuntungan yang bisa segera dipetik ketika ekonomi syariah maju, tak lain sektor pariwisata baik lokal juga internasional. Ekonomi syariah akan mendorong munculnya pelaku produk wisata halal dan wisatawan akan lebih meningkat karena adanya faktor itu. Menurut dia, jika ekonomi syariah maju, dapat meningkatkan sekitar 4-5 juta lapangan pekerjaan khususnya bidang kuliner dan jasa.

    "Tapi untuk memacu pertumbuhan ekonomi syariah tersebut, perlu adanya kebijakan dari pemerintah," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.