Sabtu, 20 Oktober 2018

Bantah SMRC, PAN Yakin Sandiaga Dongkrak Elektabilitas Prabowo

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno blusukan ke Pasar Tanjung, Kabupaten Jember, Ahad pagi, 7 Oktober 2018. TEMPO/David Priyasidharta

    Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno blusukan ke Pasar Tanjung, Kabupaten Jember, Ahad pagi, 7 Oktober 2018. TEMPO/David Priyasidharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno membatah hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting atau SMRC yang menyatakan figur calon wakil presiden belum berpengaruh terhadap elektabilitas calon presiden. Eddy optimistis Sandiaga Uno dapat mendongkrak elektabilitas calon presiden Prabowo Subianto.

    "Saya lihat penerimaan positif sudah sangat baik," kata Eddy di Jalan Daksa I, Jakarta Selatan, Senin malam, 8 Oktober 2018.

    Baca: Sandiaga Uno Tak Akan Jenguk Ratna Sarumpaet

    Dalam beberapa kunjungannya bersama Sandiaga ke daerah, kata Eddy, dia menyaksikan animo masyarakat begitu tinggi terhadap mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu. Masyarakat tertarik kepada Sandiaga yang dipandang sebagai wajah baru dan segar dalam politik.

    Eddy juga optimistis Sandiaga mendapat sambutan positif saat berbicara mengenai solusi-solusi di bidang ekonomi. "Kalau Sandi bicara mengenai ekonomi, kredibilitasnya ada, karena rekam jejaknya ada," ujar Eddy.

    Baca: Relawan Prabowo Laporkan 6 Akun Diduga Penyebar Skandal Sandiaga

    Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan sebelumnya mengatakan belum ada pengaruh, baik positif maupun negatif, dari figur cawapres Sandiaga Uno dan Ma'ruf Amin. Sebab, hasil sigi elektabilitas Joko Widodo dan Prabowo Subianto tak berubah signifikan saat sendiri atau berpasangan dengan cawapres masing-masing.

    Dukungan untuk Jokowi sebesar 60,2 persen, sedangkan Prabowo 28,7 persen. Jika berpasangan dengan cawapres Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno, dukungan terhadap keduanya berturut-turut sebesar 60,4 persen dan 29,8 persen. Selisih dukungan dengan atau tanpa cawapres ini masih berada dalam rentang margin of error sebesar 3,05 persen. Menurut Djayadi, selisih dalam rentang margin of error tidak bisa serta merta dibaca sebagai tergerus atau bertambahnya suara dukungan terhadap capres.

    Simak:Berkunjung ke Pasar, Sandiaga Temukan Tempe Sebesar Tablet

    Sebelum terjun ke politik, Sandiaga dikenal sebagai pengusaha. Salah satu perusahaan yang didirikannya ialah PT Saratoga Investama. Dia juga aktif di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).

    Rekam jejak Sandiaga ini, kata Eddy, akan sangat menunjang profilnya sebagai cawapres Prabowo. "Saya yakin cawapres ini sangat berpengaruh. Terutama Sandi, sangat menunjang performa dari Pak Prabowo," kata Eddy.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Kematian 10 Penentang Presiden Rusia Vladimir Putin

    Inilah 10 orang yang melontarkan kritik kepada Presiden Vladimir Putin, penguasa Rusia. Berkaitan atau tidak, mereka kemudian meregang nyawa.