Sabtu, 20 Oktober 2018

Timses Jokowi Minta Kubu Prabowo Tak Produksi Hoax Terus

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arya Sinulingga. ANTARA/Ismar Patrizki

    Arya Sinulingga. ANTARA/Ismar Patrizki

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi, Arya Sinulingga, mengharapkan kubu pasangan calon Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dapat memproduksi ide-ide brilian dalam masa pemilihan presiden. Menurut Arya, kubu Prabowo selama ini justru hanya memproduksi hoax (kabar bohong) yang membingungkan masyarakat Indonesia.

    Baca juga: Fokus Pemenangan Pileg, Aburizal Bakrie Tak Gabung TKN Jokowi

    "Produknya ini jangan hoax-hoax gitu, produknya kalau bisa produk-produk yang memang membangun bangsa," kata Arya di posko Cemara, Jakarta, Selasa 9 Oktober 2018.

    Arya mencontohkan kasus hoax Ratna Sarumpaet dan pernyataan Sandiaga Uno baru-baru ini yang mengatakan harga nasi ayam di Singapura lebih murah daripada di Indonesia. Menurut Arya, kedua hal itu masuk dalam kategori hoax karena tak sesuai dengan kenyataan.

    "Masa sih setiap hari masyarakat kita menerima produk-produk hoax? Jangan sampai besok ada hoax lagi, begitu. Jangan setiap hari kita dihadirkan hoax," ujarnya.

    Baca juga: TKN Jokowi - Ma'ruf Bertemu Aburizal Bakrie, Ini yang Dibicarakan

    Arya berharap kubu Prabowo dapat menghadirkan ide segar nan berkualitas untuk kebaikan masyarakat Indonesia. Ia berharap hal itu dilakukan kubu Prabowo agar kubu Jokowi menyadari kontestasi pemilihan presiden kali ini menarik. Ia juga mengaku khawatir kubu Prabowo akan semakin jauh tertinggal dalam survei elektabilitas jika hanya memproduksi hoax dalam masa kampanye.

    "Saya menantang lagi ke kawan sebelah, mana ide cerdasnya? Supaya rakyat kita memang memilih (dengan akal sehat) untuk pilpres ini," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Kematian 10 Penentang Presiden Rusia Vladimir Putin

    Inilah 10 orang yang melontarkan kritik kepada Presiden Vladimir Putin, penguasa Rusia. Berkaitan atau tidak, mereka kemudian meregang nyawa.