Warga Eks Timor Timur Deklarasi Dukung Prabowo - Sandiaga

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, menggelar konferensi pers pernyataan sikap terkait gempa Donggala dan Palu di rumah pribadi Prabowo, Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Senin malam, 1 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, menggelar konferensi pers pernyataan sikap terkait gempa Donggala dan Palu di rumah pribadi Prabowo, Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Senin malam, 1 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Negara Indonesia (WNI) eks Timor Timur, yang berdomisili di wilayah Timor bagian Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar deklarasi mendukung calon presiden dan wakil presiden Prabowo - Sandiaga Uno di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.

    Baca juga: Setelah Hoax Ratna Sarumpaet, Prabowo Disarankan Lakukan Ini

    Deklarasi yang diprakarsai Octavio Osario Soares dan dihadiri sekitar 100 WNI eks Timtim itu, digelar di kediaman tokoh WNI eks Timtim, almarhum Abilio Soares.

    Dalam pernyataan dukungan yang dibacakan, Vidal Sarmento menyebutkan, dukungan terhadap Prabowo - Sandiaga Uno ini didasari pada semangat perjuangan untuk membebaskan rakyat Timor Timur sejak pemberontakan Dom Boaventura pada tahun 1912 sampai dengan pemberontakan Viguegue pada 1959.

    Selain itu semangat menyatukan rakyat Timor Timur ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai statuta Partai Apodeti, 27 Mei 1974, yang telah diterima Pemerintah RI pada 24 September 1974.

    Serta semangat integrasi rakyat Timor Timur ke dalam NKRI pada 17 Juli 1976 serta Ketetapan MPR-RI nomor: V/MPR RI/tahun 1999 tentang penentuan pendapat Timtim tahun 1999.

    Vidal Sarmento menambahkan, jika terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden, maka WNI eks Timor Timur meminta agar Prabowo - Sandiaga Uno dapat membentuk sebuah biro atau staf presiden khusus, untuk menangani WNI eks Timtim yang tersebar di seluruh Indonesia sesuai dengan Ketetapan MPR-RI nomor: V/MPR RI/tahun 1999.

    Prabowo juga diminta untuk membangun monumen di area Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, sebagai penghargaan atas komitmen kebangsaan WNI eks Timtim di Indonesia.

    "Sekaligus mengakui jasa para pejuang perintis integrasi Timor Timur yang gugur sebelum dan sesudah integrasi ke dalam NKRI," kata Sarmento.

    Baca juga: Sandiaga Uno Sebut Tokoh Ini Penasihat Spiritual Prabowo

    Inisiator deklarasi Octavio Osario Soares menambahkan, sebagai wujud perjuangan memenangkan pasangan Prabowo - Sandiaga, telah dibentuk relawan yang tergabung dalam (Tonus-Ps02) atau Peleton Khusus Prabowo - Sandi bernomor 02.

    Relawan ini akan bertugas memberikan pemahaman tentang siapa itu Prabowo, yang telah berjuang bersama WNI eks Timor Timur.

    "Semua harus menjadi agen untuk memberikan pemahaman tentang Prabowo, terutama kepada sesama saudara WNI eks Timtim, bahwa Prabowo adalah tokoh yang setia dan tetap peduli pada rakyat eks Timtim sampai saat ini," katanya.

    Sejumlah tokoh WNI eks Timtim yang mewakili wilayah-wilayah di Timtim hadir di deklarasi itu, antara lain, Alfonso Pinto mewakili rakyat Viguegue, Mario Vieira (Los Palos), Manuel Boavida (Dili), Chrispin Leite (Aileu), Agus Boavida (Baukao) dan Alberto Soriano.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.