Soal Mahar Politik, Sandiaga Uno Siap Dipanggil Bawaslu

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno memasuki rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018. TEMPO/Vindry Florentin

    Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno memasuki rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018. TEMPO/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, JakartaSandiaga Uno mengatakan siap memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu jika diminta untuk memberikan keterangan terkait dengan laporan adanya mahar politik.

    Baca juga: Sandiaga Uno Pepet Gatot Nurmantyo untuk Masuk Tim Sukses

    Sebelumnya, kelompok yang menamakan diri Federasi Indonesia Bersatu (Fiber) melaporkan adanya mahar politik di kubu Prabowo-Sandiaga. Mereka mengacu pada cuitan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief soal adanya uang masing-masing Rp 500 miliar untuk Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sejahtera yang mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga.

    Sebelum mengatakan siap, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini lebih dulu berbicara soal demokrasi di Indonesia yang perlu bebas dari intrik, harus terbuka, serta transparan. Pasalnya, ia menilai kepercayaan publik dalam proses demokrasi kian menurun setiap tahunnya.

    “Maka, dari itu, saya harus siap kapan saja diminta verifikasi saya akan hadir,” ujar Sandiaga Uno saat menghadiri peluncuran buku karangan Mardani Ali Sera di Gado-Gado Boplo, Jalan Gereja Theresia, Jakarta Pusat, Selasa, 21 Agustus 2018.

    Baca juga: Sandiaga Uno Disebut Santri Post-Islamisme, Begini Penjelasan PKS

    Sandiaga Uno sebelumnya membantah dugaan mahar politik ini pada Direktur Pendaftaran dan Pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Cahya Hardianto Harefa. "Tadi, saya sampaikan kepada Pak Cahya bahwa saya membantah dan menyatakan itu tidak benar," kata Sandi di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Selasa, 14 Agustus 2018.

    FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.