Sabtu, 18 Agustus 2018

Ratusan Orang Padati Rumah Prabowo Menunggu Deklarasi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan orang berkumpul di depan rumah Ketua Umum Partai Gerindra yang juga bakal calon presiden Prabowo Subianto menunggu pengumuman sosok bakal calon wakil presiden di Pemilu Presiden 2019, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Agustus 2018. TEMPO/Fajar Pebrianto

    Ratusan orang berkumpul di depan rumah Ketua Umum Partai Gerindra yang juga bakal calon presiden Prabowo Subianto menunggu pengumuman sosok bakal calon wakil presiden di Pemilu Presiden 2019, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Agustus 2018. TEMPO/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta-Ratusan orang berkumpul di rumah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis malam, 9 Agustus 2018.

    Mereka hadir untuk mendengarkan langsung siapa sosok yang akhirnya dipilih Prabowo sebagai calon wakil presiden. "Prabowo presiden, Prabowo presiden," teriak sejumlah simpatisan Prabowo.

    Baca: Prabowo dan Cawapresnya Berencana Deklarasi Malam Hari Ini

    Dari pantauan Tempo di lokasi, ratusan orang berjubel menunggu Prabowo dan pengurus partai koalisi yang masih berada di dalam rumah. Sejumlah orang berjaga di pagar depan rumah yang tertutup rapat.

    Di depan pagar  lima tiang setinggi 1,5 meter digantungi lima bendera merah putih dan satu mikrofon di pasang di panggung. Di sinilah Prabowo yang bersiap maju menjadi calon presiden, rencananya akan mengumumkan langsung cawapresnya.

    Simak: Ditanya Sandiaga Uno Jadi Cawapres, Prabowo: Masih Musyawarah

    Pengumuman Prabowo akan menjadi momentum kedua. Sebab, salah satu pesaing terdekatnya, yaitu calon presiden inkumben Joko Widodo telah resmi mengumumkan Kiai Haji Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Jurus Rusia Membalas Sanksi AS Terkait Sergei Skripal

    Berikut 5 hal yang mungkin Rusia sebagai retaliasi atas sanksi dari AS terkait kasus serangan racun novichok kepada Sergei Skripal dan putrinya.