Ditanya Sandiaga Uno Jadi Cawapres, Prabowo: Masih Musyawarah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto  didampingi Wakil Ketua Umum  Fadli Zon  berbincang dengan mantan aktris yang juga aktivis Neno Warisman seusai mengunjungi kediamannya di Perumahan Griya Tugu Asri, Depok, Jawa Barat, Selasa, 31 Juli 2018. ANTARA

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto didampingi Wakil Ketua Umum Fadli Zon berbincang dengan mantan aktris yang juga aktivis Neno Warisman seusai mengunjungi kediamannya di Perumahan Griya Tugu Asri, Depok, Jawa Barat, Selasa, 31 Juli 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto selesai bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di rumah SBY di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Agustus 2018. Prabowo tiba sekitar pukul 09.55 WIB dan keluar sekitar pukul 10.35.

    Baca: Peraturan Jokowi ini Potensi Ganjal Sandiaga Uno Cawapres Prabowo

    Sebelum Prabowo, politikus Partai Gerindra, Fadli Zon lebih dulu keluar. "Nanti ya," kata dia kepada wartawan yang mengerubunginya. Saat sebagian awak media mengejar Fadli yang masuk ke mobilnya, Prabowo keluar dari rumah SBY. Namun Prabowo irit bicara.

    "Soal koalisi kami musyawarah terus, soal Sandi juga masih musyawarah," kata Prabowo yang sudah naik ke mobil. Prabowo yang memakai batik itu selebihnya melambai-lambaikan tangan ke awak media. Namun dia mengaku bakal menuju ke rumahnya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.

    Empat partai yang menyatakan mendukung Prabowo sebagai calon presiden adalah Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Demokrat. Namun koalisi mereka belum dideklarasikan secara resmi. Pertemuan demi pertemuan digelar Prabowo bersama pemimpin partai dan para sekretaris jenderal.

    Belakangan nama Sandiaga Uno muncul dalam koalisi sebagai cawapres Prabowo. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan dua nama yang ada di kantong Prabowo adalah Wakil Ketua Dewan Pembina sekaligus Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan Ketua Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

    Namun, munculnya nama Sandiaga Uno ini menuai polemik. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief melontarkan sejumlah tudingan kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Andi menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus yang tak konsisten pada komitmen koalisi dengan Demokrat.

    Simak juga: Sebut Prabowo Jenderal Kardus, Andi Arief: Akurat

    "Jenderal kardus punya kualitas buruk. Kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang Sandi Uno untuk meng-entertain PAN dan PKS," kata Andi Arief melalui akun Twitternya @AndiArief_, Rabu, 8 Agustus 2018 pukul 21.50 WIB. Ketika dikonfirmasi wartawan, Andi mempersilakan cuitannya soal Prabowo itu untuk dikutip.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.