Pengamat: Mega Senang Saja Kalau Gerindra Ikut Koalisi Pemerintah

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • nalis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago. Istimewa

    nalis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis politik Pangi Syarwi Chaniago melihat hubungan antara Ketua Umum PDI Perjuangan dengan Ketua umum Partai Gerindra Prabowo Soebianto selama ini cair dan dekat. Jadi kemungkinan masuknya Prabowo ke gerbong koalisi pemerintahan Jokowi mungkin saja terjadi. “Saya mencermati bahwa Megawati senang saja dengan masuknya Gerindra,” kata Pangi di Jakarta, Rabu, 24/7.

    Presiden Joko Widodo, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dikabarkan akan bertemu di Jakarta, Rabu ini. Baik PDIP maupun Gerindra telah menyatakan bahwa pertemuan itu adalah pertemuan silaturahmi saja. Sebelumnya Jokowi dan Prabowo telah bertemu di jaringan MRT, Jakarta.

    Pangi Syarwi, yang juga Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting itu mengajak publik melihat bahasa tubuh serta pesan politik yang disampaikan ketiga tokoh dalam pertemuan nanti. Karena, hal itu menunjukkan sinyal ada tidaknya peluang koalisi tercipta. "Pertemuan nanti mungkin saja bakal ada kejutan, kita tunggu saja.”

    Dalam pandnagan Pangi, rekonsiliasi dalam bentuk pembagian kekuasaan atau power sharing dapat saja terjadi dalam pertemuan tersebut. Menurut dia, pertemuan Prabowo dengan Megawati ini menjadi kunci bagi Gerindra.

    Namun dia melihat ketiganya tidak akan bisa berbicara banyak hal dalam pertemuan itu. Oleh karenanya persamuan ini perlu dilanjutkan dengan pertemuan empat mata antara Megawati dan Prabowo.

    Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra, Andre Rosiade menyebutkan dalam pertemuan nanti tidak akan dibahas soal keinginan Gerindra menduduki posisi Ketua MPR. "Ini merupakan silaturahmi kebangsaan saja, yang dilakukan dua tokoh bangsa," kata Andre, di Jakarta, Rabu, 24/7.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.