Jokowi: Tak Ada Lagi 01 dan 02, yang Ada Persatuan Indonesia

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan calon presiden Joko Widodo alias Jokowi - Ma'ruf Amin menyampaikan konferensi pers menyikapi keputusan MK dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di Base Ops Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 27 Juni 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Pasangan calon presiden Joko Widodo alias Jokowi - Ma'ruf Amin menyampaikan konferensi pers menyikapi keputusan MK dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di Base Ops Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 27 Juni 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi, meminta seluruh masyarakat Indonesia kembali rukun. Ini diungkapkan Jokowi setelah Mahkamah Konstitusi menolak seluruhnya gugatan sengketa pemilihan presiden yang diajukan pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

    Baca: Mahkamah Konstitusi Tolak Permintaan Prabowo Menang 52 Persen

    Jokowi mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu membangun Indonesia. "Tidak ada lagi 01 dan 02, yang ada hanyalah persatuan Indonesia," katanya dalam konferensi pers di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis, 27 Juni 2019.

    Calon presiden inkumben ini menuturkan perbedaan dalam sikap politik adalah hal yang biasa. Tapi tetap harus saling menghargai dan menghormati. Meski tidak mendapat 100 persen dukungan, Jokowi berjanji bahwa ia dan Ma'ruf Amin akan menjadi presiden dan wakil presiden bagi seluruh warga. "Tanpa kecuali," ujar Jokowi.

    Jokowi meyakini semua masyarakat Indonesia, apapun pandangan politiknya, memiliki semangat yang sama, yaitu ingin memajukan bangsa Indonesia.

    "Sekali lagi terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia. Semoga amanah yang diberikan kembali kepada saya sebagai presiden dan KH Ma'ruf Amin sebagai wakil presiden dapat kami jalankan sebaik-baiknya," tuturnya.

    Sebelumya, Komisi Pemilihan Umum telah menetapkan pasangan 01 Jokowi-Ma'ruf sebagai pemenang pilpres setelah meraih 85.607.362 suara atau 55,50 persen. Sedangkan pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya meraup 68.650.239 suara atau 44,50 persen.

    Baca: Jokowi Sambut Baik Putusan MK Menolak Gugatan Prabowo

    Hasil tersebut digugat oleh kubu Prabowo ke MK dengan dalih ada dugaan kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif dilakukan oleh kubu Jokowi-Ma'ruf. Namun sidang putusan MK yang berlangsung hari ini memutuskan menolak seluruh gugatan Prabowo-Sandiaga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.