Ada Wacana Jokowi dan Prabowo Bertemu Sebelum Sidang MK Selesai

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko ditemui saat open house di rumahnya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 5 Juni 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko ditemui saat open house di rumahnya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 5 Juni 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, berharap Jokowi (Joko Widodo) dan Prabowo Subianto bisa bertemu dalam waktu dekat. Perjumpaan 2 pucuk pimpinan dan tokoh politik ini mudah-mudahan terwujud sebelum sidang perselisihan pemilihan umum di Mahkamah Konstitusi atau MK selesai.

    Baca: Kata Dahnil Soal Kecil Kemungkinan Prabowo Menang di MK

    "Ya harapan kita sih sebelum sidang MK selesai, itu lebih bagus lagi. Sehingga suasana jadi sejuk. Semua masyarakat Indonesia sudah bosan dengan kondisi yang seperti ini, membosankan," kata Moeldoko di Bandung, Kamis, 20 Juni 2019.

    Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional atau TKN Jokowi - Ma'ruf Amin ini mengaku sudah berupaya untuk pendekatan kepada Prabowo sebagai calon presiden nomor urut 02. "Alhamdulillah pendekatan itu sedang berjalan dan sudah ada akses komunikasi, saling memahami dan seterusnya, dalam sebuah negosiasi seperti itu hal yang biasa," kata Moeldoko.

    Moeldoko memperkirakan pertemuan tersebut akan segera terwujud. "Saya pikir tidak lama lagi, pasti akan terjadi pertemuan antara dua pucuk pimpinan ini dan itu menjadi harapan masyarakat semuanya".

    Saat ini sidang sengketa hasil Pilpres 2019 tengah berlangsung di MK. Jadwal sidang hingga dengan 28 Juni 2019. Pada tanggal ini majelis hakim MK akan memutuskan  gugatan Prabowo - Sandiaga Uno atas laporannya.

    Melalui tim kuasa hukum, Prabowo - Sandi menggugat hasil penetapan KPU yang memenangkan pasangan calon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf Amin, yang memperoleh suara sekitar 55 persen. Sedangkan Prabowo - Sandiaha mendapatkan 45 persen. Dalam gugatan disebutkan, telah terjadi kecurangan secara terstruktur sistematis dan masih atau disingkat dengan TSM dalam pelaksanaan pemilu.

    Moeldoko, menilai tuduhan terjadinya kecurangan yang TSM oleh kubu Prabowo - Sandiaga belum terbukti di persidangan MK. Menurut dia, sejauh ini tidak ada bukti yang menunjukkan tuduhan itu. "Enggak terbukti, di mana sih TSM-nya, sampai sekarang kayaknya belum ketemu itu. Jadi belum bisa menghadirkan fakta-fakta yang bisa menuju ke sana," kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis, 20 Juni 2019.

    Menurut Moeldoko, narasi kecurangan yang selalu dituduhkan kepada kubu Jokowi - Ma'ruf sejak awal sudah disiapkan, bahkan sebelum pemilihan. Ia balik menyebut kubu Prabowo - Sandiaga melakukan upaya sistematis untuk menggiring opini publik mengenai kecurangan pemilu yang TSM.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.