Ferdinand Hutahaean: Partai Demokrat Tidak Memiliki DNA Oposisi

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Ahad, 9 September 2018. Partai Demokrat merayakan ulang tahun yang ke-17, bertepatan dengan ulang tahun ke-69 Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Ahad, 9 September 2018. Partai Demokrat merayakan ulang tahun yang ke-17, bertepatan dengan ulang tahun ke-69 Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan Partai Demokrat hampir tidak memiliki DNA untuk menempatkan diri sebagai oposisi. “Sejauh ini Demokrat condong sebagai partai penengah atau pendukung pemerintah,” kata dia saat dihubungi, Sabtu 8 Juni 2019.

    Baca juga: Pertemuan AHY - Ibas dan Megawati Tandai Babak Baru Demokrat - PDIP

    Namun demikian Ferdinand mengatakan sampai saat ini partai masih belum menentukan arah politik, bergabung dengan koalisi pemerintah atau tidak. Saat ini partai lebih dulu fokus menyelesaikan kewajiban sosial keluarga besar Susilo Bambang Yudhoyono, atas meninggalnya Ibu Ani Yudhoyono.

    “Setelah itu partai akan kembali melanjutkan percaturan politiknya,” ucap Ferdinand. Pada saat itu tiba, ia memastikan akan ada perkembangan. “Tunggu saja bagaimana perkembangannya nanti, apakah Partai Demokrat akan tetap menjadi partai penyeimbang atau partai pemerintah.”

    Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mengungkap Demokrat saat ini memiliki hak menentukan arah politiknya. Demokrat bisa keluuar dari koalisi pendukung Prabowo – Sandiaga karena koalisi bukanlah fusi. Saat ini mereka tinggal menunggu hasil gugatan sengketa hasil pemilihan presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi.

    Tim kampanye Naisonal Joko Widodo - Ma'ruf Amin menyambut positif kemungkinan bergabungnya Partai Demokrat ke koalisi pendukung pemerintah. Mereka menilai langkah dua pimpinan Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono, menghadiri open house Presiden Jokowi dan berkunjung ke kediaman Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, merupakan gesture politik yang baik.

    "Tentu ini akan semakin menyejukkan suasana politik yang agak memanas akhir-akhir ini," kata Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Ahmad Rofiq , Kamis, 6 Juni 2019.

    Rofiq menilai kedatangan dua anak Susilo Bambang Yudhoyono itu, lebih dari sekadar bersilaturahmi di Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah ini. Ia melihat kedatangan mereka membawa pesan dari jajaran pimpinan Partai Demokrat kepada Jokowi, bahwa partai biru itu telah menerima hasil pemilu dan siap untuk mendukung pemerintahan.

    FIKRI ARIGI | EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kawhi Leonard Angkat Toronto Raptors Menjadi Juara NBA 2019

    Toronto Raptors, dimotori oleh Kawhi Leonard, mengalahkan Golden State Warrior dengan skor 114-100 di Oracle Arena, kandang Stephen Curry dan tim.