Soal Tawaran Posisi dari Kubu Jokowi, Ini Komentar Fadli Zon

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon ditemui awak media setelah menjenguk dua tersangka makar yaitu Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma di Polda Metro Jaya, Rabu, 29 Mei 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon ditemui awak media setelah menjenguk dua tersangka makar yaitu Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma di Polda Metro Jaya, Rabu, 29 Mei 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon enggan berspekulasi ihwal adanya tawaran posisi dari kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin untuk partainya. Fadli mengatakan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno masih ingin berfokus dengan gugatan sengketa hasil pemilihan presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi.

    Baca: Tanggapi Moeldoko, Gerindra Klaim Ada Tawaran dari Kubu Jokowi

    "Pokoknya semua dinamika itu tergantung apa yang sedang kita tempuh sekarang. Saya kira perlu diberi kesempatan untuk membuktikan berbagai kecurangan yang terjadi pada proses yang ada sekarang," kata Fadli di rumah dinas Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo, Jalan Widya Chandra III, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Juni 2019.

    Fadli juga enggan berspekulasi soal kemungkinan-kemungkinan yang bakal diambil partainya. Menurut dia, segala kemungkinan akan dibicarakan lagi nanti dan diputuskan oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

    Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut ada kemungkinan Gerindra bergabung ke koalisi Jokowi. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf ini mengatakan, jika Gerindra bergabung dengan koalisi Jokowi maka yang harus diperhatikan adalah fungsi pengawasan atau check and balances.

    Menanggapi ucapan Moeldoko, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade mengklaim partainya mendapat sejumlah tawaran posisi dari kubu Jokowi. Menurut Andre, tawaran itu berupa posisi di kabinet dan parlemen, mencakup posisi pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat dan pimpinan komisi.

    Meski begitu, Andre beranggapan partainya lebih baik berada di luar koalisi pemerintah. Dia menilai menjadi oposisi lebih terhormat, bisa memberikan sumbangsih untuk masyarakat dengan menjalankan fungsi check and balances terhadap pemerintah.

    "Ini pendapat pribadi saya, tapi saya rasa pendapat pribadi ini merepresentasikan mayoritas pendukung Pak Prabowo dan Gerindra," kata Andre kepada Tempo, 4 Juni 2019.

    Baca: Politikus Gerindra: Lebih Baik Oposisi Ketimbang Gabung ke Jokowi

    Fadli Zon enggan menyampaikan pendapatnya sebagai kader dan petinggi Gerindra. "Ya nanti itu akan dirapatkan lagi," ucapnya. "Nanti kita lihat, sesuai Pak Prabowo kan bilang ada waktunya."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.