Kubu Jokowi Tantang Kubu Prabowo Adu Data C1 di KPU

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Operator input data Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta menyelesaikan input data di Jakarta, 17 Februari 2017. KPU DKI melakukan penghitungan suara melalui

    Operator input data Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta menyelesaikan input data di Jakarta, 17 Februari 2017. KPU DKI melakukan penghitungan suara melalui "scan" data formulir C1. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Kubu calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi menantang kubu Prabowo Subianto beradu data hasil pemilihan umum di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Tantangan ini dilakukan menyusul simposium mengungkap fakta-fakta kecurangan pilpres 2019 yang digelar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa 14 Mei 2019.

    Baca: Jokowi Unggul di 16 dari 26 Provinsi yang Rampungkan Rekapitulasi

    "Kami tantang adu data di KPU. Buka C1 satu per satu. Kami buka C1 kami, buka C1 mereka dan buka data KPU juga," ujar Arya Sinulingga di Posko Cemara, Jakarta pada Kamis, 16 Mei 2019.

    Menurut Arya, data-data kecurangan pemilu yang disebut-sebut kubu Prabowo tidak jelas juntrungannya. Arya mencontohkan, paparan kubu 02 soal ada permainan di TPS 13 Nanggerang, Sukabumi. Kubu 02 menyebut itu adalah TPS siluman karena ada sejumlah Daftar Pemilih Tetap yang memiliki tanggal lahir sama.

    Arya kemudian menunjukkan draft scan C1 asli yang diperoleh dari saksi kubu Jokowi di TPS tersebut. Dalam C1 tersebut justru tertera Prabowo-Sandi unggul dengan 130 suara, sementara Jokowi-Ma'ruf mendapatkan 47 suara di TPS tersebut. "Itu kan dia (02) sampaikan TPS tuyul. Ternyata di TPS tersebut yang menang Prabowo. Jadi yang tuyul siapa ini?" ujar Arya Sinulingga.

    Baca: Tak Akan Bawa Hasil Pilpres ke MK, Prabowo Pilih 2 Langkah

    Menurut Arya, kubunya memiliki data C1 yang lengkap dan valid dari saksi TPS kubu Jokowi di daerah. Data-data itu juga diinput di War Room Tim Kampanye Nasional Jokowi yang terletak di sebuah ruangan di Hotel Gran Melia, Jakarta. "Data kami jelas, war room kami jelas. Ayo kami tantang buka data, lebih dari 800 ribu TPS, buka semua," ujar Arya Sinulingga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.