Saksi Prabowo Ditarik, KPU: Hilang Kesempatan Lihat Rekapitulasi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua anggota komisioner KPU Wahyu Setiawan (tengah), Viryan Aziz (kanan) dan Ketua Kelompok Kerja Pemilu Luar Negeri, juga Staf Ahli Bidang Manajemen Kemenlu Wajid Fauzi (kiri), memantau proses pencocokan dan penelitian serentak dengan Panitia Pemutakhiran Data Pemilih di 130 kantor perwakilan RI di luar negeri melalui video conference, di Operation Room, gedung KPU, Jakarta, 17 April 2018. KPU resmi melaksanakan coklit data pemilih Pemilu 2019 secara serentak pada 17 April hingga 17 Mei mendatang, baik bagi pemilih di dalam negeri maupun di luar negeri. TEMPO/Imam Sukamto

    Dua anggota komisioner KPU Wahyu Setiawan (tengah), Viryan Aziz (kanan) dan Ketua Kelompok Kerja Pemilu Luar Negeri, juga Staf Ahli Bidang Manajemen Kemenlu Wajid Fauzi (kiri), memantau proses pencocokan dan penelitian serentak dengan Panitia Pemutakhiran Data Pemilih di 130 kantor perwakilan RI di luar negeri melalui video conference, di Operation Room, gedung KPU, Jakarta, 17 April 2018. KPU resmi melaksanakan coklit data pemilih Pemilu 2019 secara serentak pada 17 April hingga 17 Mei mendatang, baik bagi pemilih di dalam negeri maupun di luar negeri. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum atau KPU Viryan Aziz menyayangkan keputusan kubu Prabowo yang menarik saksi untuk perhitungan suara. Viryan mengatakan, penarikan itu menjadikan kubu 02 kehilangan kesempatan menyaksikan proses rekapitulasi suara di KPU.

    Baca juga:  Kubu Jokowi: Paparan Kecurangan Pemilu Kubu Prabowo Tak Berdasar

    "Sistem penghitungannya kan manual. Situng tidak digunakan. Justru kalau saksinya ditarik, akan kehilangan kesempatan untuk menyaksikan," kata Viryan pada Rabu, 15 Mei 2019.

    Menurutnya, saksi berperan untuk memastikan jika ada hasil yang tidak sesuai, maka bisa mengajukan gugatan secara resmi. "Bisa diajukan beserta dukungan dokumen yang otentik agar bisa membuktikan itu," katanya.

    Menurut Viryan, jika BPN Prabowo berkomitmen dengan pemilu yang berintegritas, semestinya dapat disampaikan dalam forum rapat pleno terbuka.
    "Dugaan-dugaan kecurangan, misalnya terkait hasil pemilu, kalau ada kecurangan berarti kan berbeda hasilnya. Silahkan disampaikan apabila ada perbedaan dengan data yang dimiliki 02," kata Viryan. KPU, kata dia terbuka dan siap melayani secara berjenjang pengaduan itu. "Sekarang kan masih ada yang berjalan di provinsi dan pusat," ucapnya.

    Baca juga: Tafsir Andi Arief atas Sikap Prabowo Menolak Hasil Pemilu

    Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno menyatakan akan menarik para saksi penghitungan suara yang berada di KPU pusat, kabupaten dan kota terkait dugaan kecurangan Pemilu 2019. Pernyataan ini disampaikan Prabowo Subianto setelah memutuskan untuk menolak hasil KPU.

    “Sikap saya adalah akan menolak hasil pemilu yang curang,” ujar Prabowo dalam pidatonya pada acara pemaparan kecurangan pemilu di Hotel Grand Sahid, Selasa, 14 Mei 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.