Prabowo Sebut Tak Akan Terima Hasil Pemilu Curang

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengambil menu kuah beulangong (kari daging sapi) yang dimasak untuk merayakan tradisi meugang (hari pemotongan hewan) pertama di Posko BPN Prabowo-Sandi, Banda Aceh, Aceh, Jumat 3 Mei 2019. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

    Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengambil menu kuah beulangong (kari daging sapi) yang dimasak untuk merayakan tradisi meugang (hari pemotongan hewan) pertama di Posko BPN Prabowo-Sandi, Banda Aceh, Aceh, Jumat 3 Mei 2019. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden Prabowo Subianto mengatakan tak akan menerima pemilihan umum yang curang. Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam pertemuan dengan sejumlah jurnalis media asing di rumah peninggalan orang tuanya, Jalan Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan kemarin, Senin, 6 Mei 2019.

    Baca juga: Prabowo Gelar Pertemuan dengan Media Asing

    Prabowo juga membandingkan pemilihan presiden 2014 dan pilpres 2019. Prabowo mengungkit bahwa pada 2014 dia hadir dalam pelantikan rivalnya, Joko Widodo, sembari mengucapkan selamat karena ingin yang terbaik untuk bangsa Indonesia. Namun kata dia, di pilpres kali ini jumlah kecurangan terlampau banyak.

    "Kali ini kecurangannya terlalu banyak. Jadi tidak mungkin. Saya tidak akan menerima pemilu yang curang," kata Prabowo, dikutip dari The Strait Times pada Selasa, 7 Mei 2019.

    Ucapan Prabowo ini dibenarkan oleh calon wakil presidennya, Sandiaga Uno, yang juga hadir dalam forum itu. Pertemuan dengan jurnalis media asing tersebut digelar tertutup dan tidak mengundang media nasional.

    "Pak Prabowo bilang tidak akan menerima a fraud result of a fraudulent election (hasil pemilu curang). Itu kata-katanya saya quote, fraudulent election. Jadi fraudulent election ini pemilu yang curang," kata Sandiaga saat ditemui Tempo di Rumah Siap Kerja, Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 7 Mei 2019.

    Prabowo mengatakan para pendukungnya juga tak akan menerima apabila hasil pemilu curang. Meski begitu, Ketua Umum Partai Gerindra itu tak menjawab tegas apakah akan menggugat ke Mahkamah Konstitusi seperti yang dilakukannya pada pilpres 2014. Dia berujar bahwa timnya pesimis akan memperoleh keadilan.

    Baca juga: Wiranto Bantah Ada Kecurangan dalam Pemilu 2019

    Menanggapi pelbagai pertanyaan ihwal gerakan people power, Prabowo mengatakan dia tak akan memerintahkan atau melarang pendukungnya untuk melakukan sesuatu. Dia menyebut masyarakat sudah dewasa dan tahu apa yang akan dilakukan.

    "Apa pun yang orang-orang lakukan, itu keputusan mereka. Saya bukan diktator, saya tidak akan mengatakan lakukan ini atau itu. Saya tidak akan meminta mereka ke jalan, tapi saya yakin mereka akan melakukannya. Kalau Anda lihat sejarah, orang-orang Indonesia ini bukan kambing, mereka tidak akan menerima begitu saja," kata mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus ini.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | THE STRAITS TIMES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.