Sandiaga Sebut AHY Bertemu Jokowi Tanpa Berkoordinasi dengan BPN

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cawapres no urut 02 Sandiaga Salahudin Uno berjalan memasuki Masjid Raya Baiturrahman untuk melaksanakan ibadah salat jumat di Banda Aceh, Aceh, Jumat 3 Mei 2019. Foto/Twitter/sandiuno

    Cawapres no urut 02 Sandiaga Salahudin Uno berjalan memasuki Masjid Raya Baiturrahman untuk melaksanakan ibadah salat jumat di Banda Aceh, Aceh, Jumat 3 Mei 2019. Foto/Twitter/sandiuno

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, mengatakan pertemuan Komandan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, dua hari yang lalu, tanpa berkoordinasi dengan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

    Baca: Soal Pertemuan Ma'ruf-Sandi, Kubu Jokowi: Bisa Buka Puasa Bersama

    "Mas AHY tidak berkoordinasi dengan kami (Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga), walaupun begitu ya saya husnudzon saja," ujar Sandiaga Uno saat berbincang-bincang dengan media di kediamannya, Jalan Jenggala II, Jakarta Selatan pada Sabtu pagi, 4 Mei 2019.

    Sandi mengaku tidak keberatan akan hal tersebut. Dia melihat hal tersebut sebagai bentuk silahturahmi politik biasa saja. "Saya pikir ini untuk kebaikan bangsa," ujar dia.

    Sebelumnya, menanggapi manuver AHY tersebut,  anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandi, Fadli Zon menyebut membebaskan kepada Partai Demokrat untuk menentukan sikapnya pascapencoblosan pemilihan presiden 2019.

    "Terserah. Orang kan bisa saja mengambil sikap nantinya," ujar Fadli Zon saat ditemui Tempo di kantor KPU RI Jakarta pada Jumat petang, 3 Mei 2019.

    Toh, ujar Fadli, Demokrat sendiri yang memilih bergabung ke Koalisi Adil Makmur dalam pemilihan presiden 2019 ini. "Mereka sendiri kan yang memilih berada di kubu kami," ujar Fadli.

    Kubu Prabowo memang biasa saja menanggapi pertemuan Jokowi-AHY itu.
    Juru bicara BPN, Ahmad Riza Patria menyebut pertemuan AHY dan Jokowi disikapi kubunya secara baik dan wajar, sebagai pertemuan biasa antara Presiden dengan warga negara Indonesia.

    "Namun kami memahami ini suasana politik, tentu tidak dapat dipungkiri kami memahami Pak Jokowi dengan timnya mungkin punya maksud maksud lain dalam rangka proses rekapitulasi ini," ujar Riza saat ditemui di lokasi yang sama.

    Baca: Kabar Bakal Gabung ke Jokowi, Sandiaga: Saya Tak Mau Berspekulasi

    Kendati demikian, Riza meyakini bahwa koalisi adil makmur yang terdiri dari Gerindra, PKS, PAN, Demokrat dan Partai Berkarya akan tetap solid tetap kokoh. "Tadi malam juga kami rapat, kami solid dan kokoh mengawal C1, mengawal rekapitulasi suara," ujar Riza.

    Sebelumnya, Presiden Jokowi mengundang AHY ke Istana Negara,  Kamis, 2 Mei 2019. Keduanya berbicara empat mata sekitar 30 menit. Kubu Jokowi terang-terangan mengatakan bahwa pertemuan Jokowi dan AHY merupakan bagian dari upaya merangkul Demokrat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.