Para Sekjen Koalisi Prabowo Imbau Masyarakat Tak Terpengaruh Hoax

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani (ketiga dari kiri) memimpin konferensi pers bersama para sekjen partai koalisi dan juru bicara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Jalan Kertanegara I Nomor 35, Jakarta Selatan, Senin, 15 April 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri

    Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani (ketiga dari kiri) memimpin konferensi pers bersama para sekjen partai koalisi dan juru bicara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Jalan Kertanegara I Nomor 35, Jakarta Selatan, Senin, 15 April 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri

    TEMPO.CO, Jakarta - Para sekretaris jenderal partai koalisi pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno buka suara ihwal banyaknya berita bohong yang masih banyak beredar di masa tenang kampanye pemilihan presiden 2019 ini. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, berbagai informasi yang tak jelas kebenarannya masih banyak beredar hari-hari ini.

    Baca: Bertemu Prabowo Subianto, Adik Ahok: Pemimpin Berhati Besar

    Muzani mengatakan segala informasi tersebut berpotensi mengancam persatuan masyarakat. Dia pun meminta masyarakat tak mudah terpengaruh informasi-informasi yang belum tentu kebenarannya.

    "Kami berharap semua berita, semua informasi yang diterima dan didengar, dikonfirmasi, dicek kebenarannya dan masyarakat tidak terpengaruh, tidak mudah terpancing karena itu dapat mengganggu persatuan di antara kita," kata Muzani di Media Center Prabowo-Sandiaga, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin malam, 15 April 2019.

    Masa tenang kampanye Pemilu 2019 berlangsung sejak Ahad hingga Selasa, 14-16 April. Muzani berharap masyarakat menggunakan masa tenang ini untuk mendewasakan diri menghadapi pemilu yang akan berlangsung pada Rabu, 17 April mendatang.

    "Kami semua mengharapkan agar masyarakat menjadikan masa tenang ini sebagai sebuah proses pendewasaan demokrasi kita pada masa pemilu yang akan datang," kata dia.

    Baca juga: Kilas Balik Masa Kampanye: Beda Acara Jokowi dan Prabowo

    Selain menyampaikan imbauan ini, Muzani juga mengeluhkan beredarnya isu yang menyudutkan para tokoh yang mendukung Prabowo-Sandiaga. Salah satunya, kata dia, ialah informasi yang mencuat tentang Abdul Somad setelah pertemuan pendakwah itu dengan Prabowo.

    Muzani berujar, kubunya menganggap para tokoh yang secara langsung atau tidak mendukung Prabowo dan Sandiaga belakangan diterpa isu miring. "Kami merasa bahwa ada tokoh-tokoh yang secara langsung maupun tidak langsung memberikan support kepada kami sekarang sdah mulai dilakukan degradasi, dilakukan upaya-upaya fitnah yang keji, dilakukan upaya yang diberitakan hal-hal yang tidak sebenarnya," kata dia.

    Muzani pun meminta penyebaran informasi yang menyudutkan semacam ini dihentikan. Dia berujar, hal-hal ini amat tak kondusif di masa tenang seperti sekarang.

    Baca: Masa Tenang, Prabowo Hadiri Wisuda hingga Resmikan Masjid

    Muzani menggelar konferensi pers bersama tiga sekretaris jenderal partai koalisi pengusung Prabowo - Sandiaga lainnya. Yakni Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno, dan Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Mustafa Kamal. Hadir pula koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga Dahnil Anzar Simanjuntak dan juru kampanye nasional BPN Ahmad Riza Patria.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.