Alasan TKN Jokowi-Ma'ruf Tak Publikasikan Hasil Survei Internal

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko berdialog dengan wartawan dalam acara Coffee Morning di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 27 April 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko berdialog dengan wartawan dalam acara Coffee Morning di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 27 April 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta-Tidak seperti kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno yang baru saja merilis hasil survei internalnya, kubu calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi-Ma'ruf Amin menolak untuk mengungkapkan hasil survei internal mereka.

    "Tidak perlu diungkapkan itu. Kami buktikan saja kalau kami menang. Kami bekerja punya strategi dan memonitor perkembangan dari hari ke hari," ujar Ketua Harian Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko, saat ditemui di Rumah Aspirasi, Jakarta pada Selasa, 9 April 2019.

    Baca: Survei Panel SMRC: Elektabilitas Jokowi - Ma'ruf Raih 57,3 Persen

    Sebelum-sebelumnya, kubu Jokowi selalu mengungkapkan berdasar survei internal, selisih elektabilitas Jokowi dan Prabowo berjarak sekitar 20 persen. Namun, 8 hari menjelang hari-H pencoblosan, kubu Jokowi menolak berbicara selisih maupun angka. Moeldoko membantah bahwa hal tersebut dikarenakan karena TKN mulai tidak percaya diri atau pede akan kemenangan Jokowi di pemilihan presiden 2019.

    "Bukan enggak pede, tapi ada sesuatu yang terbuka, ada sesuatu yang perlu dirahasiakan. Karena itu berkaitan dengan strategi, kan begitu. Kalau semua terbuka, enggak menarik," ujar Moeldoko.

    Kemarin, Direktur Kampanye Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandi, Sugiono, menyampaikan berdasarkan survei internal timnya, elektabilitas Prabowo mencapai angka 62 persen, sementara Jokowi hanya 38 persen.

    Simak: Kampanye Terbuka Jokowi Akan Ditutup dengan Konser Putih Bersatu

    Angka tersebut diklaim merupakan hasil survei terbaru pada pekan lalu yang melibatkan 1.440 responden dari berbagai latar belakang di 34 provinsi. Adapun metode yang digunakan dalam survei, kata dia, tak berbeda jauh dengan metode lembaga survei pada umumnya. Kendati begitu, Sugiono tak menjelaskan secara detil berapa besar margin of error. Bahkan, survei juga tidak menunjukkan adanya swing voters maupun undecided voters.

    Moeldoko mengatakan, sah-sah saja jika kubu 02 mengklaim elektabilitasnya lebih unggul. Namun, untuk saat ini kubu Jokowi-Ma'ruf tidak ingin ikut saling klaim. "Nanti kan jadi subjektif. Kami tidak mau bicara subjektif," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.