TKN Bantah Mobilisasi Karyawan BUMN Hadiri Konser Putih Bersatu

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meutya Hafid. TEMPO/Nickmatulhuda

    Meutya Hafid. TEMPO/Nickmatulhuda

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf membantah adanya pengerahan atau mobilisasi karyawan perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menghadiri kampanye akbar pasangan 01 Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada Sabtu, 13 April 2019.

    Baca: Kampanye Terbuka Jokowi Akan Ditutup dengan Konser Putih Bersatu

    "Padahal yang sebenarnya, pada tanggal tersebut, Kementerian BUMN dan BUMN bersama akan menggelar peringatan puncak HUT mereka di Monumen Nasional. Acara peringatan tersebut sudah dirancang jauh hari," ujar Wakil Direktur Komunikasi Politik TKN, Meutya Hafid di Jakarta, Selasa, 9 April 2019.

    Pada tanggal 13 April kubu Jokowi - Ma'ruf akan menggelar kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Kampanye yang diprakarsai relawan Jokowi dari kalangan artis dan seniman ini diberi tajuk Konser Putih Bersatu.

    Meutya mengatakan, TKN tidak pernah memberikan himbauan atau ajakan kepada BUMN atau insitusi pemerintah untuk mengikuti acara yang diebut "Konser Putih" dan akan menampilkan musisi-musisi tanah air itu. "Konser Putih yang akan digelar di GBK merupakan hasil kerja relawan, koalisi partai pendukug, dan pendukung, serta simpatisan Jokowi-Ma'ruf Amin," ujar dia.

    Sebelumnya, Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Andre Rosiade menduga ada mobilisasi karyawan BUMN untuk menghadiri acara inkumben tersebut. "Ada rumor pengerahan karyawan BUMN untuk kampanye 01 di GBK, ada dugaan mereka ini dipaksa," kata Andre kepada Tempo, Senin malam, 8 April 2019.

    Menurut Andre, menurut informasi yang dia terima, para karyawan BUMN ini akan didata kehadirannya di GBK. Karyawan yang absen atau menolak hadir, kata dia, diancam akan dikenai sanksi keras.

    Andre berujar pengerahan ini ditengarai untuk memobilisasi massa agar berkumpul di lokasi kampanye akbar Jokowi-Ma'ruf. Dia menduga mobilisasi itu dilakukan agar bisa menandingi kampanye akbar Prabowo di lokasi yang sama, Ahad, 7 April lalu yang diklaim dihadiri satu juta orang.

    Selain itu, Andre melanjutkan, kubunya juga mendapat informasi ihwal akan adanya pembagian sembako di kawasan GBK dalam rangka peluncuran aplikasi LinkAja. LinkAja adalah produk teknologi finansial hasil kerja sama perusahaan perbankan pelat merah.

    "Kami juga mendengar informasi tanggal 13 itu akan ada bagi-bagi sembako di daerah Senayan, di GBK, ada launching LinkAja. Akan ada pembagian paket sembako dalam rangka mendukung acara tanggal 13 itu juga," kata politikus Partai Gerindra ini.

    Andre meminta Menteri BUMN Rini Soemarno memberikan klarifikasi secara terbuka. Dia juga mengingatkan agar Kementerian BUMN tak bermain-main menggunakan kewenangannya untuk kepentingan politik praktis.

     

    Andre juga meminta Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilihan Umum untuk menelusuri informasi tersebut. Dia meminta dua lembaga penyelenggara pemilu itu bertindak seumpama dugaan yang dia lontarkan benar adanya.

     DEWU NURITA | BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.