Pidato Prabowo di Kampanye Akbar: Sindir Jokowi - Listrik Turun

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Stadiun Utama GBK yang dipadati massa pendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menjelang kampanye akbar di Jakarta, Ahad, 7 April 2019. ANTARA

    Suasana Stadiun Utama GBK yang dipadati massa pendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menjelang kampanye akbar di Jakarta, Ahad, 7 April 2019. ANTARA

    Saya bersyukur, saya berterima kasih pada Allah kau berikan saya kesempatan untuk membela rakyat saya. Kau berikan saya kesempatan membela kebenaran dan keadilan. Terima kasih ya Tuhan saya diberikan kesempatan untuk melawan angkara murka, untuk melawan ketidakadilan, untuk melawan pemimpin yang menipu rakyatnya sendiri.

    Saya berpandangan negara kita sedang sakit. Ibu Pertiwi sedang diperkosa. Kekayaan kita diambil terus, hak rakyat diinjak-injak, kepala desa dipanggil, diancam. Kiai dan ulama dikejar, emak-emak ditangkap, orang tidak bersalah, kami menjamin undang-undang kebebasan berbicara. Tapi saudara Ahmad Dhani meringkuk di penjara. Hai hakim hai hakim yang memberi ketidakadilan kepada rakyat jangan kau kira kau tidak dicatat.

    Hai gubernur, hai bupati jangan kau kira kau bisa ancam rakyatmu sendiri dulu bangsa Indonesia usir penjajah sekarang rakyat Indonesia akan usir penjajah dari bangsa sendiri. Yakinlah yang benar pasti menang.

    Saya bersama Sandiaga Uno, kami tidak ada niat selain bekerja, mengabdi, berbakti. Ada yang bilang kami akan mengubah negara pancasila, kami akan mendirikan negara khilafah ini saya katakan adalah fitnah. Fitnah yang kejam tapi tidak laku. Rakyat Indonesia tidak akan terpengaruh. Betul? Ustad kita, Kiai kita, selalu mengajarkan Islam Indonesia adalah Islam rahmatan lilahi. Islam kita Islam yang damai, yang menghormati. Rakyat kita sudah tidak sabar lagi ingin perubahan, ingin kekayaan bangsa Indonesia kembali ke tangan rakyat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.