Survei Indo Barometer: Tanda Kemenangan Kuat Ada di Jokowi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Dari kanan) Peneliti Indo Barometer Hadi Suprapto Rusli, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Rosan P. Roeslani, dan juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade di Hotel Atlet Century, Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    (Dari kanan) Peneliti Indo Barometer Hadi Suprapto Rusli, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Rosan P. Roeslani, dan juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade di Hotel Atlet Century, Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil survei nasional lembaga Indo Barometer menyatakan pasangan Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin diprediksi akan mengalahkan duet Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam pemilihan presiden 2019 dengan keunggulan suara mencapai 18,8 persen.

    Baca juga: Hasil Survei 5 Lembaga Soal Elektabilitas Jokowi dan Prabowo

    Peneliti Indo Barometer, Hadi Suprapto Rusli, mengatakan pihaknya melakukan survei dengan menggunakan simulasi gambar. Hasilnya elektabilitas Jokowi - Ma'ruf sebesar 50,8 persen. Sementara tingkat keterpilihan Prabowo-Sandiaga sebesar 32 persen. Sedangkan yang belum menentukan pilihan sebanyak 17,2 persen.

    "Tanda-tanda kemenangan kuat ada di pasangan calon Jokowi - Ma'ruf Amin," katanya di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Selasa, 2 April 2019.

    Survei ini dilakukan pada 15-21 Maret 2019. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan 1.200 responden. Margin of error sebesar lebih kurang 2,83 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

    Elektabilitas kedua pasangan calon ini, kata Hadi, relatif stabil dibandingkan survei Indo Barometer pada Februari 2019. Saat itu elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 50,2 persen sedangkan Prabowo-Sandiaga 28,9.persen. Sementara yang belum memutuskan 20,9 persen. "Jadi sama-sama naik sedikit dan angka yang belum memutuskan mengecil," ujarnya.

    Baca juga: Kampanye Terbuka Dinilai Tak Menambah Elektabilitas Capres

    Sebelumnya lembaga Center for Strategic and International Studies (CSIS) juga menghasilkan data yang hampir sama. Dalam survei CSIS, elektabilitas Jokowi mencapai 51,4 persen sedangkan Prabowo - Sandiaga 33,3 persen. Sisanya 14,1 persen memilih tidak menjawab atau rahasia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.