BPN Sindir Jokowi yang Empat Kali Tidak Hadiri Sidang Umum PBB

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi berbincang dengan pedagang saat meninjau Pasar Badung di Kota Denpasar, Bali, Jumat, 22 Maret 2019. Pasar rakyat ini dirancang agar mendorong masyarakat untuk gemar berbelaja di pasar tradisional. Johannes P. Christo

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi berbincang dengan pedagang saat meninjau Pasar Badung di Kota Denpasar, Bali, Jumat, 22 Maret 2019. Pasar rakyat ini dirancang agar mendorong masyarakat untuk gemar berbelaja di pasar tradisional. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Ahmad Riza Patria menyindir kebijakan diplomatik yang diambil Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Khususnya dia menyoroti ketidak hadiran Jokowi dalam Sidang Majelis Umum Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) sebanyak empat kali. 

    "Hubungan diplomatik yang dibangun Pak Jokowi sangat kami sayangkan," ujar Riza di Kantor KPU, Jumat, 29 Maret 2019. Dia menengarai ketidak hadiran Jokowi dalam Sidang Umum PBB itu karena tidak fasih berbahasa Inggris.

    “Kalau memang ke luar negeri untuk membangun hubungan diplomatik cukup pakai Bahasa Indonesia saja. Jadi sekalipun tidak bisa Bahasa Inggris, ya jangan tidak jadi ke luar negeri," ungkap dia.

    Riza Patria berjanji jika Prabowo Subianto menjadi presiden maka hubungan diplomatik akan menjadi prioritas. "Kami harapkan Pak Prabowo bisa membangun komunikasi yang baik dengan semua institusi dunia seperti PBB.”

    Sebelumnya, perwakilan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf, Rian Ernest, menyatakan alasan Jokowi jarang menghadiri forum dunia karena lebih memilih membenahi urusan domestik. “Pak Jokowi enggak suka hura-hura dan konferensi-konferensi. Senangnya blusukan, meresmikan infrastruktur," kata Rian di Jakarta, Kamis, 28 Maret 2019.

    Tercatat Jokowi sudah empat kali  tidak menghadiri Sidang Makelis Umum PBB yang biasanya digelar pada bulan September itu. Dalam perhelatan itu Indonesia diwakili Wakil Presiden Jusuf Kalla.

    Namun Jokowi bukan satu-staunya pemimpin dunia yang absen dari sidang PBB itu. Pada Sidang Majelis Umum PBB ke 73 di New York, Amerika Serikat, ada 4 kepala negara lain yang juga tidak hadir, yakni Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Cina Xi Jinping, pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

    Putin sudah dua kali berturut-turut tidak menghadiri sidang Majelis Umum PBB. Dia tidak menjelaskan alasan ketidak hadiranya tersebut.

    Seperti Putin, Xi Jinping juga dua kali berturut-turut absen di sidang Majelis Umum PBB. Xi mengirim Menteri Luar Negeri Wang Yi untuk menghadiri sidang Majelis Umum PBB ke 73 di New York. Tidak ada penjelasan detil alasan Xi absen.  Aung San Su Kyi setali tiga uang. Ia juga dua kali tak menghadiri sidang ini.

    IRSYAN HAKIM | MARIA RITA HASUGIAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Depresi Atas Gagal Nyaleg

    Dalam pemilu 2019, menang atau kalah adalah hal yang lumrah. Tetapi, banyak caleg yang sekarang mengalami depresi karena kegagalannya.