Sandiaga Sebut Survei Internal Mereka Mirip Litbang Kompas

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno menunjukkan KTP miliknya saat Debar Cawapres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad, 17 Maret 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno menunjukkan KTP miliknya saat Debar Cawapres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad, 17 Maret 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengatakan hasil survei Penelitian dan Pengembangan atau Litbang Kompas senada dengan sigi internal timnya dua setengah bulan lalu.

    Baca: Dukung Sandiaga di Pilpres, Erwin Aksa: Persahabatan Kami Hakiki

    Dia menyebut timnya juga menemukan tren Prabowo - Sandiaga, meski masih kalah, namun sudah mulai mendekati Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin, "Ya alhamdulilah kami mendapati kesamaan," kata Sandiaga di kawasan Jakarta Selatan, Rabu, 20 Maret 2019.

    Hasil sigi Litbang Kompas yang rilis hari ini mencatat selisih elektabilitas Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dan Jokowi - Ma'ruf sebesar 11,8 persen. Angka ini kian menyempit ketimbang hasil survei Litbang Kompas Oktober 2019 sebesar 19,9 persen dengan keunggulan untuk Jokowi.

    Adapun dalam survei teranyar ini, Litbang Kompas mencatat elektabilitas Prabowo-Sandiaga sebesar 37,4 persen dan Jokowi - Ma'ruf 49,2 persen. Sedangkan yang menyatakan rahasia ada 13,4 persen.

    Dibanding hasil bulan Oktober, elektabilitas Jokowi - Ma'ruf mengalami penurunan, sedangkan Prabowo - Sandiaga trennya naik. Kala itu, elektabilitas kedua pasangan berturut-turut 52,6 persen dan 32,7 persen, sedangkan yang menjawab rahasia 14,7 persen.

    Dikutip dari Harian Kompas edisi hari ini, Rabu, 20 Maret 2019, survei teranyar ini digelar pada akhir Februari hingga awal Maret dengan 2.000 responden di 34 provinsi dengan margin of error 2,2 persen.

    Sandiaga mengatakan hasil survei ini menjadi afirmasi bahwa konsep kubunya diterima masyarakat. Kendati begitu, dia berpendapat mesin pemenangan harus bekerja keras di masa kampanye yang tersisa 25 hari ini.

    Simak juga: Gaya Ma'ruf - Sandiaga di Debat Cawapres dan Elektabilitas

    "Di 21 hari terakhir, (mulai) 24 Maret kami akan sprint. Angka kami terus mengejar dan kami fokus memberikan solusi kepada masyarakat. Saya semakin yakin punya peluang baik," kata Sandiaga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.