Debat Cawapres, Sandiaga: Prabowo Pesan Jangan Serang Ma'ruf Amin

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno memberikan salam ibu jari dan telunjuk usai menghadiri pelatihan kewirausahaan di Pasar Minggu, Jakarta, Ahad, 3 Maret 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno memberikan salam ibu jari dan telunjuk usai menghadiri pelatihan kewirausahaan di Pasar Minggu, Jakarta, Ahad, 3 Maret 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Sandiaga Uno mengaku mendapatkan pesan khusus dari calon presiden Prabowo Subianto untuk debat ketiga nanti malam. Prabowo, ujarnya, berpesan agar Sandiaga tak menyerang calon wakil presiden 01 Ma'ruf Amin.

    Baca: Main Basket Bareng Sandiaga, AHY: Politik Bisa Menyehatkan

    "Pak Prabowo kemarin beri masukan rileks dan jangan menyerang. Beliau berkali-kali (bilang), jangan menyerang," kata Sandiaga di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu, 16 Maret 2019.

    Sandiaga menuturkan, Prabowo mewanti-wanti agar debat nanti berlangsung tenang, damai, dan sejuk. Sandiaga juga mengaku diminta menyampaikan hal-hal yang mencerahkan masyarakat dalam debat nanti.

    "Pak Prabowo tak ingin ada percikan. Saya bilang, kan tau saya sangat menjunjung tinggi nilai-nilai dan rasa hormat, memuliakan Kiai Haji Ma'ruf," ucap Sandiaga.

    Debat ketiga nanti malam mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, debat bakal dipandu moderator Alfito Deannova dan Putri Ayuningtyas serta disiarkan secara langsung oleh Trans TV, Trans 7, dan CNN Indonesia TV.

    Baca: Menjelang Debat, Sandiaga Bakal Main Basket Bersama AHY

    Dalam pelbagai kesempatan sebelumnya, Sandiaga mengatakan dirinya tak bakal melontarkan pertanyaan yang menyerang Ma'ruf Amin. Dia mengatakan akan sungkan menyudutkan seorang ulama senior.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.