Prabowo Mengapresiasi Kinerja KPU dan Bawaslu

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato politik di hadapan pendukungnya di Jambi, Kamis 14 Maret 2019. Dalam kunjungan bertajuk `Prabowo Menyapa Masyarakat Provinsi Jambi` yang dihadiri ribuan pendukung tersebut, Prabowo menyoroti sejumlah persoalan diantaranya soal tarif listrik, sembako dan harga jual hasil perkebunan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

    Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato politik di hadapan pendukungnya di Jambi, Kamis 14 Maret 2019. Dalam kunjungan bertajuk `Prabowo Menyapa Masyarakat Provinsi Jambi` yang dihadiri ribuan pendukung tersebut, Prabowo menyoroti sejumlah persoalan diantaranya soal tarif listrik, sembako dan harga jual hasil perkebunan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

    TEMPO.CO, Jakarta-Calon presiden nomor urut 02  Prabowo Subianto mengapresiasi kinerja Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu. Pujian pada KPU dan Bawaslu ini disampaikan Prabowo saat jumpa pers seusai menerima kedatangan Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono. di kediamannya di Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 14 Maret 2019.

    "Di kesempatan ini saya mau menyampaikan apresiasi kepada KPU dan Bawaslu. KPU kami lihat sangat kooperatif, sangat kondusif. Saya merasa mereka benar-benar mengutamakan kepentingan besar, kepentingan bangsa dan negara," kata Prabowo.

    Baca: BPN Prabowo Sebut Ancaman Amien Rais Baik untuk KPU

    KPU, kata Prabowo, telah melihat sejarah bahwa demokrasi merupakan harapan rakyat. "Jadi, sikap, tanggapan KPU serta Bawaslu saya harus menyampaikan apresiasi dan penghargaan," ujar dia.

    Prabowo berharap agar meningkatnya kinerja lembaga-lembaga penyelenggara pemilu ini menghasilkan demokrasi yang baik, sejuk dan damai. "Yang benar-benar akan mencerminkan dan menghargai kehendak rakyat, the will of the people. Itu yang kami harapkan," tutur Prabowo.

    Simak: Amien Rais Diingatkan: KPU Harus Dikawal, Bukan Diancam

    Sebelumnya lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil sigi mereka yang menunjukkan bahwa sekitar 11-12 persen respondennya meragukan kemampuan KPU dan Bawaslu di pemilu 2019. Kecenderungan untuk tak meyakini lembaga penyelenggara pemilu lebih tinggi di kalangan pendukung Prabowo - Sandiaga Uno.

    Dalam survei itu pendukung Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin yang kurang atau tak yakin dengan kemampuan KPU hanya 4-5 persen. Sementara di kubu pendukung  Prabowo - Sandiaga, angka ketidakyakinan terhadap KPU mencapai 23-25 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.