Ma'ruf Amin: Islah untuk Solusi Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah Ma'ruf Amin menyampaikan pidato kunci dalam seminar Teknologi dan Inovasi untuk Masa Depan Keuangan Islam di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu 13 Februari 2019. Tempo/Tony Hartawan

    Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah Ma'ruf Amin menyampaikan pidato kunci dalam seminar Teknologi dan Inovasi untuk Masa Depan Keuangan Islam di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu 13 Februari 2019. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin berkomitmen menyelesaikan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat di masa lalu. Ma’ruf berujar salah satu pendekatan untuk menyelesaikan masalah ini adalah melalui islah.

    Baca: Desak Muktamar Luar Biasa NU, Choirul Bantah Gergaji Ma'ruf Amin

    Menurut Ma’ruf Amin bila menempuh jalur yudisial, bukti-bukti akan pelanggaran HAM berat di masa lalu sulit ditemukan. Buktinya, kata dia, sejak 1965 sampai saat ini belum juga terselesaikan.

    “Maka kemungkinan pendekatan yang kami bangun itu ada yang sifatnya pendekatan melalui proses yudisial pengadilan ada juga non yudisial. Namanya melakukan islah,” ujar Ma’ruf Amin saat menerima Relawan Utama Amanah Jokowi - Ma’ruf Amin Berkah (Rumah Jama’ah) di kediamannya, Jalan Situbondo, Jakarta, Jumat 8 Februari 2019.

    Menurut Ma’ruf dalam agama Islam, islah menjadi salah satu solusi yang dianggap baik. Salah satu ayat dalam Al-Quran kata dia menyebutkan tiga kebaikan dari pembicaraan manusia. Satu menyuruh bersedekah, dua menyuruh berbuat baik, dan ketiga mengislahkan.

    Islah dalam kajian hukum Islam adalah memperbaiki, mendamaikan, dan menghilangkan sengketa atau kerusakan. Berusaha menciptakan perdamaian; membawa keharmonisan; mengajurkan orang untuk berdamai antara satu dan lainnya; melakukan perbuatan baik; berprilaku sebagai orang suci (baik).

    Ma’ruf mengatakan tidak mudah untuk mencari orang hilang. Ia membandingkan di negara maju seperti Amerika Serikat sekalipun, pembunuh presiden mereka ke-30 John F Kennedy, sampai saat ini masih sulit ditemukan pelakunya.

    Ia menyebut pelaku-pelaku kriminal seperti itu memiliki kepintaran. Termasuk dalang dibalik penculikan para aktivis 1998 yang sampai saat ini belum ditemukan. “Kita juga ada kesulitan yang sama (menemukan) yang menyiram Pak Novel Baswedan,” ujar mantan Rais Aam Nahdlatul Ulama ini.

    Meski sulit, ujarnya, komitmen untuk menyelesaikan kasus semacam ini tetap diperlukan. Ma’ruf Amin mengatakan tidak boleh putus asa dalam menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM, termasuk mencari para aktivis yang hilang. “Kami berkomitmen untuk bisa berbuat semaksimal mungkin apa yang bisa,” tutur dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.