Soal Doa Neno, Timses Prabowo: Munajat 212 Bukan Program BPN

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Neno Warisman membacakan puisi saat Munajat 212 di Monas, Jakarta, Kamis, 21 Februari 2019.

    Neno Warisman membacakan puisi saat Munajat 212 di Monas, Jakarta, Kamis, 21 Februari 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno bidang keagamaan dan kebudayaan, Irfan Yusuf Hasyim alias Gus Irfan, enggan mengomentari doa Neno Warisman yang dibacakan dia acara munajat 212 yang digelar di Monas, Jakarta, Kamis, 21 Desember 2019 lalu. Alasannya, kata Irfan, acara munajat 212 bukan program dari BPN.

    "Saya tidak ikut di acara itu, dan acara itu bukan program BPN. Jadi tidak elok kalau saya ikut berkomentar tentang itu (munajat 212)," kata Irfan melalui pesan singkat kepada Tempo, Sabtu, 23 Februari 2019.

    Meskipun demikian, Irfan menuturkan bahwasannya doa adalah bentuk komunikasi antara seorang hamba dengan Tuhannya. Menurut dia, hanya orang yang tengah berdoa dan Tuhan sajalah yang paham akan maksud sebenarnya dari sebuah doa. "Kita, yang tidak ikut dalam komunikasi itu, walaupun mendengar, tentu tidak paham. Hanya mereka yang berdoa dan Tuhan yang faham makna komunikasi itu," ujar Irfan.

    "Bahkan jika doa terucap secara lisan, mungkin karena sesuatu hal, berbeda dengan yang (sebenarnya) dimaksud. Kita meyakini bahwa Allah sangat faham dengan apa yang ada di hati kita," kata Irfan

    Sebelumnya, kutipan doa Neno Warisman viral dalam sebuah video di media sosial usai acara Munajat 212 di Monas, Kamis malam lalu. Dalam potongan doa tersebut, Neno Warisman menyebut "Jangan, jangan Engkau tinggalkan kami dan tak menangkan kami. Karena jika Engkau tidak menangkan, kami khawatir ya Allah, kami khawatir ya Allah, tak ada lagi yang menyembah-Mu."

    Mengomentari hal ini, Irfan berujar, "Itu adalah komunikasi antara hamba dan Tuhannya. Bagi yang mendengar dan setuju, pasti mengaminkan. Yang mendengar dan gak setuju, gak usah mengaminkan. Sementara saya malah gak ikut di acara itu."

    Munajat 212 Kamis malam lalu dihadiri beberapa tokoh yang berhubungan dengan pasangan calon Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno atau lawan Jokowi-Ma'ruf dalam pilpres. Beberapa di antaranya adalah Fadli Zon, Hidayat Nur Wahid, Zulkifli Hasan, Eddy Soeparno, Yandri Susanto, dan Titiek Soeharto. Nama-nama itu terdaftar dalam struktur Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga.

    Zulkifli Hassan bahkan sempat menyinggung soal pilpres saat diberi kesempatan berbicara di depan peserta munajat 212. Ketua MPR itu berujar, "Persatuan nomor satu, soal presiden?" yang kemudian dijawab massa yang hadir dengan teriakan, "Nomor 2!" Nomor 02 adalah nomor urut Prabowo - Sandiaga dalam pilpres 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.