Survei CRC: Hanya Sandiaga Uno yang Tren Elektabilitasnya Naik

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno (kiri) menyapa masyarakat saat mengunjungi Desa Welahar, di Brebes, Jawa Tengah, Ahad, 10 Februari 2019. Instagram/@Sandiuno

    Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno (kiri) menyapa masyarakat saat mengunjungi Desa Welahar, di Brebes, Jawa Tengah, Ahad, 10 Februari 2019. Instagram/@Sandiuno

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil sigi teranyar lembaga survei Celebes Research Center (CRC) menunjukkan bahwa, di antara kandidat calon presiden dan wakil presiden 2019, hanya Sandiaga Uno yang memiliki tren elektabilitas naik. Tren ini diukur sejak masa kampanye dibuka September 2018 hingga Januari 2019.

    Baca: CRC: Jokowi - Ma'ruf 56,1 persen, Prabowo - Sandiaga 31, 7 persen

    "Tren elektabilitas Joko Widodo turun 0,8 persen, Prabowo Subianto turun 3,4 persen, Ma'ruf Amin turun 0,2 persen, sementara Sandiaga Uno naik 1,2 persen," kata Herman Heizer, Direktur Eksekutif CRC dalam pemaparannya di kedai Bakoel Koffie, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 10 Februari 2019.

    Dalam survei tingkat popularitas dan akseptabilitas para calon, Jokowi masih unggul dengan dikenali 99,5 responden dan 84,2 persen di antaranya menyukai Jokowi. Sementara itu, 95,8 persen responden mengenali Prabowo dan 76,4 persen di antaranya menyukai Prabowo.

    Di posisi calon wakil presiden, 90,3 persen mengetahui Ma'ruf Amin dan 79,8 persen, di antaranya menyukai Ma'ruf. Sandiaga dikenali 90,2 persen responden dan 78,9 persen, di antaranya menyukai Sandiaga.

    Secara keseluruhan, survei CRC itu juga menemukan elektabilitas Jokowi - Ma'ruf sebanyak 56,1 persen, Prabowo - Sandiaga 31,7 persen, dan 12,2 persen belum menentukan pilihan.

    Baca: Kampanye di Bengkulu, Sandiaga Janjikan Beasiswa S1 hingga S3

    Survei digelar pada 23-31 Januari 2019 dengan melibatkan 1.200 responden yang memiliki hak pilih di seluruh provinsi di Indonesia. Metode yang digunakan ialah multistage random sampling dan memiliki toleransi kesalahan dugaan kurang lebih 2,83 persen. Survei ini juga menerapkan quality control sebesar 20 persen dari total sampel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.