Timses Jokowi Akui Debat Capres Belum Bisa Gaet Massa Mengambang

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi, bersama Boy William. Instagram/@boywilliam

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi, bersama Boy William. Instagram/@boywilliam

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Program Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf, Aria Bima mengakui bahwa debat capres perdana pada Kamis pekan lalu, belum bisa menggaet pemilih mengambang (swing voters) dan pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters).

    "Survei internal kami dari debat capres pertama ini, kami akui memang belum bisa meyakinkan swing voters," ujar Aria Bima saat ditemui Tempo di Posko Cemara, Jakarta pada Senin, 21 Januari 2019.

    Baca juga: Survei Indikator: Elektabilitas Jokowi dan Prabowo Stagnan

    Namun, lanjut Aria, debat kedua nanti diharapkan akan bisa menyasar massa mengambang yang ditengarai sebagian besar merupakan kalangan milenial. Calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi, ujar Aria, akan meyakinkan milenial lewat debat kedua bertema energi, pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup.

    "Program yang akan kami gaungkan menjanjikan pertumbuhan ekonomi. Semua sumber daya akan di eksplorasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja. Sehingga diharapkan bisa meyakinkan kalangan milienal," ujar Aria Bima.

    Sebelumnya, pengamat politik dari Populi Center, Afrimadona menilai, debat pilpres perdana memang belum bisa meyakinkan swing voters dan undecided voters. Sebab, ujar dia, dua kandidat yang akan berlaga di pemilihan presiden 2019 belum bisa menunjukkan posisi yang jelas dalam berbagai isu yang digaungkan.

    "Sejauh ini kedua paslon masih lebih banyak bermain di ranah argumen yang normatif. Posisi yang cukup clear di antara kedua kandidat belum begitu terlihat," ujar Afrimadona dalam sebuah acara diskusi di bilangan Gondangdia, Jakarta pada Sabtu, 19 Januari 2019.

    Menurut Afrimadona, swing voters dan undicided voters merupakan ceruk pemilih yang harusnya menjadi sasaran dalam debat kandidat. Sebab, ujar dia, di dalam tataran masyarakat sesungguhnya telah terjadi polarisasi yang cukup kuat.

    "Artinya apapun yang disampaikan oleh Jokowi, tidak akan membuat pendukung Prabowo bergeming dan beralih pilihan. Begitu juga sebaliknya. Jadi, yang bisa disasar semestinya pemilih yang masih ragu," ujar dia.

    Untuk itu, ujar Afri, timses bisa mengidentifikasi terlebih dahulu segmentasi pemilih yang masuk dalam swing dan undicided voters. Baru kemudian, berbicara mengenai isu-isu yang juga mewakili kepentingan para pemilih.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?