Kampanye di Tangerang, Ma'ruf Amin Bicara Alasannya Jadi Cawapres

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ma'ruf Amin di Pondok Pesantren Nur Antika Kampung Kadu Desa Pete Tigaraksa Kabupaten Tangerang, Jumat, 18 Januari 2019. TEMPO/Ayu Cipta.

    Ma'ruf Amin di Pondok Pesantren Nur Antika Kampung Kadu Desa Pete Tigaraksa Kabupaten Tangerang, Jumat, 18 Januari 2019. TEMPO/Ayu Cipta.

    TEMPO.CO, Tangerang - Di hadapan ratusan jamaah dan santri yang menghadiri acara Istighosah di Pondok Pesantren Nur Antika, Tigaraksa, Tangerang, Jumat, 18 Januari kemarin, Ma'ruf Amin mengungkapkan alasannya bersedia menjadi calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo atau Jokowi. Ia menegaskan usia tua bukan halangan untuk memimpin negara.

    Baca: Ma'ruf Amin Mulai Persiapkan Diri untuk Debat Cawapres

    "Yang penting bermanfaat untuk bangsa ini. Makanya saya bersedia saat ditunjuk dan didesak ulama dan diminta Pak Jokowi dampingi jadi wakil presiden, ya saya mau. Karena saya mau mengabdi kepada negara. Saya kader Nahdlatul Ulama," kata Ma'ruf di Pondok Pesantren Nur Antika Kampung Kadu, Desa Pete Kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang, Banten.

    Tokoh yang menjadi inspirasinya adalah Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. "Mahathir saja usianya sembilan puluh tahun. Saya waktu ke Kuala Lumpur, duduk bersebelahan. Wah ini inspirasi," ujarnya.

    Ma'ruf saat ini berusia 70 tahun. Menurut dia, berdasar World Helth Organisation (WHO) usianya masih separuh baya belum usia lanjut.

    Ma'ruf mengenakan peci hitam, jas abu-abu, dan sarung serta berkalung sorban. Dia tampil sekitar 30 menit menyampaikan tausiah dengan lebih banyak bercerita tentang sejumlah progam Presiden Jokowi, seperti Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat.

    Baca: Irit Bicara saat Debat Capres, Ma'ruf Amin: Bukan Balapan Ngomong

    Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa keputusan Jokowi menunjuk santri sebagai wakilnya sudah tepat. "Kenapa santri? Kan bisa pilih wakilnya politikus, bisa pilih pengusaha, profesional, TNI dan Polri. Tapi yang dipilih santri karena Pak Jokowi cinta kiai, cinta santri, betul tidak? Buktinya hari santri nasional ditetapkan," katanya.

    Ma'ruf tak lupa meminta doa dan dukungan masyarakat Banten, baik Kabupaten Tangerang, Kota maupun Tangerang Selatan, agar bisa memenangi pemilihan presiden pada 17 April 2019 mendatang.

    "Sekarang di negara ini mulai banyak santri NU menjadi pemimpin, Jawa Tengah ada Gus Yasin (-Taj Yasin Maimoen) putra KH Maimoen sebagai wakil gubernur, nanti ada saya santri NU wakil presiden," ujar Ma'ruf.

    "Setelah saya wakil presiden yang berasal dari Kabupaten Tangerang, nanti ada presiden dari Kabupaten Tangerang ke depan," dia menambahkan.

    Baca: Ma'ruf Amin Ingin Libatkan Ormas untuk Tanggulangi Terorisme

    Saat berkampanye di Tangerang, Ma'ruf didampingi istrinya Wuri Estu Handayani. Dalam kesempatan itu, Wuri mengenakan busana dan kerudung warna merah.

    Kedatangan Ma'ruf beserta istri disambut pimpinan pondok pesantren Encep Subandi dan Kapolres Kota Tangerang Komisaris Besar M. Sabilul Alif. Lantunan sholawat nabi oleh ratusan jamaah dan santri yang memadati halaman Ponpes Nur Antika di Kampung Kadu Desa Pete Tigaraksa, Kabupaten Tangerang menyambut kedatangan mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.